Phylogenetic and Maturity Analyses of Sixty Soybean
Genotypes Used for DNA Marker Development of Early
Maturity Quantitative Trait Loci in Soybean
I Made Tasma*, Dani Satyawan, Ahmad Warsun, Muhamad Yunus, and Budi Santosa
Indonesian Center for Agricultural Biotechnology and Genetic Resources Research and Development, Jl. Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111
Phone (62-251) 8337975; Facs. (62-251) 8338820; *E-mail: tasma12@yahoo.com
Submitted: 6 Agustus 2010; Accepted: 28 Januari 2011
ABSTRAK
Analisis Filogenetik dan Kegenjahan 60 Genotipe Kedelai
untuk Pengembangan Marka DNA Terkait Karakter Umur
Genjah pada Kedelai. I Made Tasma, Dani Satyawan,
Ahmad Warsun, Muhamad Yunus, dan Budi Santosa.
Produktivitas kedelai Indonesia saat ini masih rendah de-
ngan rataan nasional 1,3 t/ha. Salah satu cara meningkatkan
produksi kedelai nasional dengan memanipulasi indeks
panen menggunakan varietas super genjah. Pemuliaan ke-
delai super genjah dipercepat dengan menggunakan bantu-
an marka molekuler. Tujuan dari penelitian ini untuk me-
milih tetua-tetua dengan perbedaan kontras karakter umur
genjah dan menunjukkan jarak genetik jauh. Tetua terpilih
digunakan untuk membentuk populasi untuk pengembang-
an marka molekuler terkait umur genjah. Uji kegenjahan 60
genotipe kedelai dilakukan di dua lokasi, KP Cikeumeuh
(Bogor) dan KP Pacet (Cianjur) menggunakan rancangan
acak kelompok, tiga ulangan. DNA genomik 60 genotipe ke-
delai dianalisis menggunakan 18 marka SSR dan dendro-
gram kekerabatan antar aksesi dikonstruksi menggunakan
Unweighted Pair-Group Method Arithmatic melalui program
Numerical Taxonomy and Multivariate System versi 2.1-pc.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi normal 60
genotipe kedelai di kedua lokasi pada karakter waktu
berbunga (32-48 hari), waktu berpolong (35-55 hari), waktu
matang fisiologis (75-92 hari), dan waktu panen (78-99 hari).
Diperoleh empat genotipe berumur genjah (umur masak
tergenjah 75,3 hari dan warna pubescent coklat), tiga
genotipe umur dalam (umur masak terdalam 89,7 hari dan
warna pubescent abu-abu). Jumlah alel SSR total 237, rataan
alel per lokus 12,6 (3-29), rataan nilai PIC 0,78 (0,55-0,89).
Tingkat kesamaan genetik berkisar 74,8-95%. Pada
kemiripan 77% membagi genotipe menjadi enam klaster
(empat genotipe umur genjah ada pada klaster III dan IV
dan tiga genotipe umur dalam ada pada klaster II).
Berdasarkan analisis data umur, warna pubescent, dan
analisis filogenetik terpilih tujuh tetua yang digunakan untuk
pengembangan marka terkait umur genjah, yaitu empat
tetua berumur genjah B1430, B2973, B3611, B4433 dan tiga
tetua berumur dalam B1635, B1658, dan B3570. Dua belas
populasi F
2
dibentuk menggunakan bantuan marka Satt300
dan Satt516. Dua di antara populasi tersebut dapat diguna-
kan untuk pengembangan marka molekuler umur genjah.
Kata kunci: Marka molekuler, umur genjah, kekerabatan
genetik, kedelai, QTL.
Hak Cipta © 2011, BB-Biogen
ABSTRACT
Phylogenetic and Maturity Analyses of Sixty Soybean
Genotypes Used for DNA Marker Development of Early
Maturity Quantitative Trait Loci in Soybean. I Made
Tasma, Dani Satyawan, Ahmad Warsun, Muhamad
Yunus, and Budi Santosa. The Indonesian soybean
productivity is still very low with the national average of 1.3
t/ha. One means to improve national soybean productivity is
by manipulating harvest index by cultivating very early
maturing soybean cultivars. Development of early maturing
soybean cultivars can be expedited by using marker-aided
selection. The objective of this study was to select parental
lines having contrasted maturity traits and selected parents
must be genetically distance. The parents then were used to
develop F
2
populations for detecting early maturity QTL in
soybean. Maturity tests of 60 soybean genotypes were
conducted at two locations, Cikeumeuh (Bogor) and Pacet
(Cianjur) using a randomized block design with three
replications. Genomic DNA of the 60 genotypes were
analyzed using 18 SSR markers and genetic relationship was
constructed using the Unweighted Pair-Group Method
Arithmatic through Numerical Taxonomy and Multivariate
System program version 2.1-pc. Results showed that the 60
genotypes demonstrated normal distribution in both
locations for days to R1 (32-48d), days to R3 (35-55d), days to
R7 (75-92d), and days to R8 (78-99d). Four early maturing
genotypes and three late genotypes were obtained. Total
SSR alleles observed were 237 with average allele per locus
of 12.6 (3-29), and average PIC value of 0.78 (0.55-0.89).
Genetic similarity among genotypes ranges from 74.8-95%.
At similarity level 77% divided the genotypes into six clusters
(the four selected early maturing genotypes located in
clusters III and IV, while the three late genotypes located in
cluster II). Based on maturity data, pubescent color, and
phygenetic analysis seven parents were selected (four early
maturing genotypes B1430, B2973, B3611, B4433 and three
late genotypes B1635, B1658, and B3570). Twelve F
2
populations were developed with the aid of SSR markers
Satt300 dan Satt516. Two of the populations will be used to
develop DNA markers for earliness in soybean.
Keywords: Molecular marker, maturity, genetic distance,
soybean, QTL.
Jurnal AgroBiogen 7(1):37-46