24 JKGT VOL.3, NO.2, DESEMBER (2021) 24-26, DOI: //dx.doi.org/10.25105/jkgt.v3i2.12617 (Laporan Penelitian) Pengaruh Sterilisasi Ultraviolet-C Terhadap Perubahan Dimensi Hasil Cetak Alginat William Wijaya 1 , drg. Nova Adrian, Sp. Pros 2 1 Mahasiswa, Fakulitas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia 2 Bagian Prosthodontic, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Jl. Kyai Tapa No.1, RT.5/RW.9, Tomang, Kec. Grogol Petamburan, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta 11440, Indonesia ABSTRACT Background: Impression material is a material that is used to negatively replicate a patient's tooth structure and periodontal, and it is preferable to sterilize the negative model first before the casting process to avoid cross-contamination between the dentist and the patient. Then casts are made from the impression using type III gypsum, producing diagnostic cast or working cast. Ultraviolet-C (UV-C) sterilization was introduced as the lastest sterilization technology from UV rays with an effectiveness rate of 99.9% in lysing germs, viruses, and fungi. The wavelength of UV-C light itself is also the smallest at 200-270 nm compared to UV-A 320-400nm and UV-B 270-320nm. Objective: To determine the effect of UV-C sterilization on the changes in dimension of alginate impressions. Methods: The type of this research was experimental laboratory research. The samples were taken from the maxillary model which were divided into 2 groups, namely (A) the treatment group where cast was irradiated with UV-C and (B) the control group where casts were sprayed with disinfectant. Samples of the treatment and control groups were both sterilized first before casted. For the treatment group, casts were put in a UV-C box for 10 minutes. For the control group, casts were sprayed with disinfectant, then covered with a moistened tissue and put into a plastic seal. Result: UV-C sterilization did not show significant changes toward dimensional changes of alginate impressions. Conclusion: UV-C sterilization can be used to sterilize alginate impression materials because it does not cause significant dimensional changes of the impression Keywords: Alginate, UV-C sterilization, alginate impression dimensional changes LATAR BELAKANG Pencetakan gigi merupakan tahap awal dari perawatan kedokteran gigi baik dalam pembuatan gigi tiruan lepasan maupun cekat dan perawatan ortodonti. Tahap pencetakan sangat penting untuk menghasilkan model yang akurat. Ketepatan cetakan dapat dilihat dari hasil model yang dapat menggambarkan jaringan rongga mulut dengan baik.1 Bahan cetak kedokteran gigi dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu reversible dan irreversible hidrokoloid.2 Alginat atau yang dikenal sebagai irreversible hidrokoloid merupakan salah satu bahan cetak yang memiliki cara pakai mudah, harga cukup terjangkau, dan merupakan salah satu bagian yang cukup penting dalam kedokteran gigi.3,4 Bahan cetak merupakan bahan yang sering dipakai untuk mereplika negatif dari struktur gigi dan jaringan periodontal pasien. Kemudian hasil dari pencetakan dicor menggunakan gipsum tipe III untuk mendapatkan model studi atau pun model kerja.5 Klasifikasi bahan cetak pada umumnya dibagi menjadi dua yaitu, bahan cetak elastik dan non elastik. Bahan cetak elastik adalah bahan cetak yang memiliki sifat seperti karet, ketahanan terhadap gaya kompresi dan regangan.6 Bahan cetak elastik dibagi lagi menjadi dua yaitu bahan cetak hidrokoloid dan bahan cetak elastomer. Bahan cetak hidrokoloid sendiri terbagi lagi menjadi dua, yaitu bahan cetak reversible hidrokoloid contohnya agar dan irreversible hidrokoloid contohnya alginat.7 Penelitian sebelumnya menyebutkan hasil cetakan dapat memiliki kestabilan dimensi pada suhu ruangan (25°C) hingga 12 menit, sedangkan pada suhu kulkas (4°C) dapat memiliki kestabilan dimensi yang lebih baik, mencapai 45 menit.8 Dalam mencegah terjadinya infeksi silang antara pasien, tenaga kesehatan-pasien dan tenaga laboratorium, sangat penting untuk melakukan sterilisasi intrumen kesehatan. Terdapat metode yang bervariasi untuk melakukan sterilisasi pada intrumen kesehatan seperti penggunaan autoklaf, disinfektan dan ultraviolet (UV).9 Mikroorganisme patogen yang berasal dari saliva dan darah pasien dapat menyebabkan bahan cetak terkontaminasi. Beberapa mikroorganisme lainnya seperti Candida albicans biasanya tidak patogen tetapi dapat menyebabkan infeksi oportunistik pada individu yang memiliki imun tubuh rendah seperti penderita hepatitis, tuberkolosis, herpes dan AIDS.10 Dalam penelitian sebelumnya, gelombang sinar UV- C memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dibandingkan menggunakan bahan disinfektan dan sinar UV lainnya, dalam mengurangi beberapa jenis mikroorganisme. Panjang gelombang dari sinar UV-C ini antara 200nm 270nm dan pada tingkat kekuatan penyinaran 254nm adalah yang paling efektif membunuh bakteri dan virus.11 UV-C dapat menghancurkan ikatan molekul dan mengganggu DNA atau RNA dan menyebabkan beberapa mikroorganisme lisis. Tetapi, sinar UV-C bervariasi dalam kinerjanya dan waktu yang dibutuhkan untuk membuat mikroorganisme menjadi lisis.11,12 BAHAN DAN METODE Proses pengerasan (setting) bahan cetak alginat adalah ketika bubuk alginat dicampur dengan air akan berubah menjadi bentuk pasta. Dua reaksi utama terjadi ketika bubuk bereaksi dengan air dalam proses pengerasan (setting). Ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan perubahan dimensi dari hasil cetakan yaitu, tata cara penyimpanan hasil cetakan, waktu penyimpanan sebelum dilakukan pengecoran dengan gipsum tipe III, dan ketika dilakukan proses sterilisasi. Sebagian besar kandungan hasil cetakan alginat adalah air, alginat sensitif terhadap perubahan dimensi dan jika