Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CakraM Vol. 3 No.2. Oktober 2009 (138 - 143) Efek Fraksi Volume Serat dan Penyerapan Air Tawar Terhadap Kekuatan Bending Komposit Tapis Kelapa/Polyester I Putu Lokantara, Ngakan Putu Gede Suardana & I Made Gatot Karohika Jurusan Teknik Mesin,Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran Badung e-mail:putu.lokantara@me.unud.ac.id ___________________________________________________________________________ Abstrak Fraksi volume serat serta lamanya perendaman dalam air mempengaruhi sifat mekanis dari komposit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi volume serat pada komposit serta waktu perendaman pada air tawar terhadap kekuatan bending dari komposit Polyester-Tapis kelapa. Penelitian ini menggunakan serat tapis kelapa yang dipotong sepanjang 1 cm dengan variasi fraksi volume serat 0%,5%,7,5%, dan10%, matriks resin unsaturated polyester (UPRs) jenis Yukalac 157 BQTN-EX, dan 1% hardener jenis MEKPO. Benda uji lentur dibuat dengan teknik press hand lay-up dan dipotong sesuai dengan dimensi uji lentur sesuai ASTM D 790-03.Hasil pengujian bending menunjukan bahwa lama perendaman dan variasi fraksi volume serat, meningkatkan kekuatan lentur komposit. Tegangan maksimum dicapai oleh komposit dengan 10% fraksi volume serat pada perendaman selama 48 jam yaitu sebesar 41.994 MPa. Sedangkan tegangan terendah dicapai oleh komposit dengan 0% fraksi volume serat yaitu sebesar 13.700 MPa. Modulus lentur yang terjadi menunjukkan peningkatan hingga waktu perendaman selama 24 jam. Modulus lentur maksimum dicapai oleh komposit dengan 10% fraksi volume serat sebesar 7.114 GPa sedangkan yang terendah dicapai oleh komposit dengan 0% fraksi volume serat sebesar 3.023GPa. Kata Kunci : Komposit, Lama Perendaman, Fraksi Volume Serat, Kekuatan Lentur Abstract Effect of Fiber Volume Fraction and Water Absorption toward Bending Strength of Coconut Filters/ Polyester Composite The variation of fibre volume and the duration of water soaking take influence on the mechanical properties of composite. This research aim is to know the influence of fraction volume fibre and soaking duration on the mineral watertoward the tensile strength and flexural of polyester-coconut-tapis composite. This research used coconut-tapis fibre which is cut 1 cm in length with 0%, 5%, 7,5%, and 10% fiber volume fraction, unsaturated-polyester (UPRs) matrix resin type Yucalac 157 BQTN-EX, and MEKPO hardener. The flexure specimen are made by press hand lay-up method and cut according ASTM D790-03 for the flexure test. The result of flexure test shows that the duration of soaking and the fiber volume fraction give a significant effect on the flexural strength of composite. The highest strength are reached by composite with 10% fibre volume on 48 hour soaking time equal to 41.994 MPa. The flexure modulus happenend shows increasing until 24 hour soaking time. The highest modulus are reached by composite with 10% fibre volume equal to 7.114 GPa while the lowest are reached by composite with 0% fibre volume equal to 3,023 GPa. Keywords: Composite, Soaking Duration, Fibre Volume Fraction, Flexure Strength 1. Pendahuluan Komposit berpenguat serat banyak diaplikasikan pada alat-alat yang membutuhkan material yang mempunyai perpaduan dua sifat dasar yaitu kuat namun juga ringan. Polimer dan komposit dapat digunakan untuk bamper mobil, bodi kendaraan, bodi pesawat terbang, body perahu. Trend perkembangan komposit dewasa ini beralih dari komposit dengan material penyusun sintetis ke komposit dengan material penyusun dari bahan alami. Baik material untuk matrik maupun serat (penguat) telah dilakukan banyak penelitian untuk mendapatkan bahan natural yang layak untuk digunakan selanjutnya sebagai alternatif pengganti bahan-bahan sintetis penyusun komposit. Serat alami memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan serat sintetis, seperti beratnya lebih ringan, dapat diolah secara alami dan ramah lingkungan, merupakan bahan terbaharukan, mempunyai kekuatan dan kekakuan yang relatif tinggi dan tidak menyebabkan iritasi kulit [1] Keuntungan-keuntungan lainnya adalah kualitas dapat divariasikan dan stabilitas panas yang rendah. Beberapa penelitian tentang serat alami sudah