Prima: Jurnal Program Studi Pendidikan dan Penelitian Matematika Vol. 6, No. 1, Januari 2017, hal. 33-45 P-ISSN: 2301-9891 PENERAPAN PENDEKATAN SOMATIK, AUDITORI, VISUAL, INTELEKTUAL (SAVI) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS MATEMATIK Dian Novitasari Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Muhammadiyah Tangerang E-mail: d_novietasari@yahoo.com Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan pendekatan pembelajaran SAVI (Somatik, Auditori, Visual, Intelektual) untuk meningkatkan aktivitas matematik (doing math) siswa MTs. Penelitian dilakukan di Madrasah Tsanawiyah di Ciputat dengan metode penelitian tindakan kelas. Studi ini menemukan bahwa: 1) siswa yang proses pembelajarannya dengan menggunakan pendekatan SAVI dapat meningkatkan aktivitas matematika . Berdasarkan perolehan belajar yang diamati, aspek pemecahan masalah memiliki perolehan belajar tertinggi 2) siswa memiliki respon positif terhadap pembelajaran matematika dengan pendekatan SAVI. Siswa menjadi lebih aktif dan kritis dalam pembelajaran dengan pendekatan SAVI, dan pembelajaran dengan pendekatan SAVI juga memberikan suasana yang lebih menyenangkan kepada siswa. Kata kunci: pendekatan SAVI, aktivitas matematik Pendahuluan Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik, mulai dari sekolah dasar sampai pada perguruan tinggi. Salah satu tujuannya, menurut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif. Matematika merupakan ilmu dasar yang mendasari berbagai ilmu pengetahuan lain. Oleh karena itu, matematika berperan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Matematika menjadi dasar dalam pengembangan ilmu. Kemajuan teknologi tidak dapat dipisahkan dari peran Matematika. Perkembangan ilmu dan teknologi sebagai hasil dari kemampuan berpikir logis, kritis, dan analitis. Dengan adanya kemampuan tersebut, manusia memiliki dorongan ingin tahu dan memecahkan setiap persoalan yang dihadapinya. Setiap orang dalam kegiatan hidupnya akan terlibat dengan matematika, mulai dari bentuk yang sederhana dan rutin sampai pada bentuknya yang sangat kompleks. Misalnya, menghitung dan membilang, dua contoh kegiatan matematika rutin dan sederhana, hampir dikerjakan oleh setiap orang. Keadaan tersebut melukiskan karakteristik matematika sebagai suatu kegiatan manusia atau “mathematics as a human activity”. Sejalan dengan sifat