299 GIZIDO Volume 4 No. 1, Mei 2012 Pengaruh 5 Pesan Keluarga Sadar Gizi Joice M. Laoh PENGARUH 5 PESAN KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) TERHADAP PENGETAHUAN SIKAP DAN PRAKTEK KADARZI DI KECAMATAN MAESAAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Joice Mermy Laoh Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado ABSTRACT In general, families have a basic knowledge of nutrition. However, attitudes and skills, and willingness to act in improving family nutrition is low. Health Research Association (Riskesdas) 2007 national prevalence toddler malnutrition in 5.4% and 13.0% less nutrition. National prevalence nutrition more In toddlers 4.3%. Prevalence of Childhood Education Fat (Women) in North Sulawesi (8%) above the national prevalence (6.4%). Obesity prevalence In General Population Age ≥ 15 Years in North Sulawesi in Indonesia notch another prevalence (33.2%). The mean energy consumption per capita per day of North Sulawesi is below the national average of 1381.3 kcal (1735.5 kcal). Currently, only about 45.4% of children under five were taken to the IHC for the last 6 months interval weighed as early detection of growth disorders. Health services that include preventive and promotive services indispensable in realizing KADARZI. This study aimed to determine the effect of 5 messages nutrition-conscious families (KADARZI) for the creation of self-conscious family nutrition. This research method is a quasi-experiment Non-Equivalent Control Group Design With Pre Test and Post Test, Samples is the mother of a toddler, were aged ≥ 20 years. Research site in the District Maesaan of South Minahasa regency. Measuring tool is a questionnaire to determine their knowledge, attitudes and practice behaviors KADARZI data analysis using statistical test t-test at α 0.05. Other research results are the effect of nutrition cons cious family 5 messages on knowledge, attitudes and practices KADARZI. Through the medium of the book KADARZI can improve knowledge, attitude and practice of family self-conscious nutrition. Suggestion that the local government distribute 5 messages KADARZI behavior to the public by using the book to be easily understood and practiced. Keywords: KADARZI, knowledge, attitudes and practices PENDAHULUAN Pada umumnya keluarga telah memiliki pengetahuan dasar mengenai gizi. Namun demikian, sikap dan keterampilan serta kemauan untuk bertindak memperbaiki gizi keluarga masih rendah. Sebagian keluarga menganggap asupan makanannya selama ini cukup memadai karena tidak ada dampak buruk yang mereka rasakan. Sebagian keluarga juga mengetahui bahwa ada jenis makanan yang lebih berkualitas, namun mereka tidak ada kemauan dan tidak mempunyai keterampilan untuk penyiapannya 1,2 . Berdasarkan laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007 Prevalensi nasional Gizi Buruk pada Balita adalah 5,4%, dan Gizi Kurang adalah 13,0%. Terdapat 19 provinsi mempunyai prevalensi Gizi Buruk dan Gizi Kurang diatas prevalensi nasional. Sementara masalah gizi kurang dan gizi buruk masih tinggi, ada kecenderungan peningkatan masalah gizi lebih sejak beberapa tahun terakhir. Prevalensi nasional Gizi Lebih Pada Balita adalah 4,3%. Prevalensi Anak Usia Sekolah Gemuk (Perempuan) di Sulawesi Utara (8%) diatas prevalensi nasional (6,4%). Prevalensi nasional Obesitas Umum Pada Penduduk Umur ≥ 15 Tahun adalah 10,3% dan Sulawesi Utara merupakan prevalensi tetinggi di Indonesia (33,2%). Rerata Konsumsi Energi per Kapita per hari Sulawesi Utara adalah 1381,3 kkal dibawah rerata nasional (1.735,5 kkal). Rerata nasional Konsumsi Protein per Kapita per hari adalah 55,5 gram, sedangkan Sulawesi Utara hanya sebesar 45,6 gram 3 . Gambaran perilaku gizi yang belum baik juga ditunjukkan dengan masih rendahnya pemanfaatan fasilitas pelayanan oleh masyarakat. Saat ini baru sekitar 45,4% anak balita yang dibawa ke Posyandu untuk ditimbang selang 6 bulan terakhir sebagai upaya deteksi dini gangguan pertumbuhan. Di Sulawesi Utara baru mencapai 57,5%. Bayi dan balita yang telah mendapat Kapsul Vitamin A baru mencapai 74 % dan ibu hamil yang mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) baru mencapai 60 %. Sementara itu