136 DIVUSI INOVASI DAN BUDAYA: PENGGUNAAN BATEE RANUP DALAM TRADISI MEU-UROH (STUDI KASUS DI DESA COT LAGAN KECAMATAN WOYLA KABUPATEN ACEH BARAT) Rahma Hidayati, Reni Juliani, Nidar Program Studi Ilmu Komunikasi,Universitas Teuku Umar Email: rahmahidayati@utu.ac.id ABSTRAK Aceh is a region rich in tradition. One of the traditions that continues to be practiced is the meandering tradition. But in practice this tradition has undergone innovation. The ancient traditions were carried out by bringing a meaningful message that has a high meaning and now this tradition is carried out by bringing a "betel tree" print invitation. This happened to Cot Lagan community of Woyla Subdistrict of Aceh Barat District, so there was a cultural shift in the mega-uroh tradition. The purpose of this study is to know the cause of the cultural shift. This research uses qualitative method with data collection technique through interview and documentation. The results of the study show that the shift in cultural use of batee ranup in the tradition of meu-uroh is caused by the lack of understanding and love of the people about the culture so it is very easy to accept the new culture that enters and develops among them. This shift in culture is also due to the rapid development of technology that has brought many changes in the life of the community, including in terms of culture. The development of this technology brings betel arts to the middle of the community as an invitation and gradually replaces the batee ranup position in the meu-uroh tradition. In addition, the use of betel arts invitations is also considered as cheaper and more practical in comparison to using the batee ranup. Keywords: Innovasion, Cultural, Batee Ranup, Meu-uroh. A. PENDAHULUAN Budaya sebagai warisan yang bersifat turun temurun dari generasi ke generasi sudah sepatutnya terus ada dan dilestarikan. Namun, budaya akan menghilang ketika suatu generasi melupakan tradisi tersebut. Pada akhirnya, budaya tersebut akan menghilang dan tradisi yang telah ada sebelumnya akan menjadi bagian dari sejarah budaya suatu tempat atau wilayah. Budaya di Indonesia dari sabang sampai merauke mempunyai ciri khas tersendiri. Begitu juga Aceh, salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang merupakan daerah multikultural, multi-etnik, agama, ras dan golongan. Selain terkenal dengan kekayaan alam dan pahlawan nasionalnya, Aceh juga merupakan wilayah yang kaya dengan adat dan budayanya. Di antara sekian banyak budaya yang terus lestari, ada budaya dan adat-adat tertentu yang sudah mulai hilang dari tengah-tengah masyarakat. Hal ini merupakan dampak dari globalisasi yang menyebabkan terjadinya inovasi yang mengakibatkan adanya pergeseran budaya antara budaya tradisional dengan modern, sehingga tanpa kita sadari adat istiadat kita yang luhur sedikit demi sedikit berganti dengan budaya modern yang lebih kekinian. Puteh (2012:106) menyatakan bahwa perubahan budaya merupakan suatu gejala umum di dalam setiap masyarakat yang terjadi sepanjang masa. Hal tersebut dikarenakan timbulnya perubahan