Volume 2, No. 2, October 2018 | 61 Kajian Kualitas Mikrobiologi Permen Labu Kuning Berdasarkan Lama Penyimpanan Dan Macam Pembungkus Ditinjau Dari Angka Lempeng Total Koloni Kapang Linda Hapsari 1 , Utami Sri Hastuti 1 , Sitoresmi Prabaningtyas 1 1 Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang E-mail:Linda_samawa@yahoo.com Abtrak. Permen labu kuning adalah produk olahan buah labu kuning yang merupakan makanan khas dari Sumbawa Besar. Dalam permen labu kuning terkandung senyawa-senyawa yang dapat dimanfaatkan oleh kapang kontaminan untuk tumbuh dan berkembang biak. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kualitas permen sehingga mempengaruhi daya tahan simpannya. Tujuan penelitian ini adalah: 1)Mengungkap pengaruh lama waktu penyimpanan, macam pembungkus, dan interaksi lama waktu penyimpanan dan macam pembungkus terhadap kualitas mikrobiologi permen labu berdasarkan ALT koloni kapang. 2) Menentukan batas waktu simpan maksimal permen labu ditinjau berdasarkan ALT koloni kapang yang masih memenuhi syarat batas maksimal dari DIRJEN POM. Sampel permen labu kuning sebanyak 25 gram dihaluskan, kemudian dilarutkan dalam 225 ml larutan air pepton 0,1%, kemudian diencerkan sampai tingkat pengenceran10 -6 . Inokulasi pada medium lempeng Czapek Agar (CA) masing-masing 0,1 ml dari setiap tingkat pengenceran. Selanjutnya dilakukan penghitungan ALT koloni kapang baik pada sampel yang dibungkus kertas minyak maupun plastik yang telah disimpan selama 0 hari, 2 hari, 4 hari, 6 hari , dan 8 hari, kemudian dirujukkan pada ketetapan dari DIRJEN POM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Lama penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap ALT koloni kapang, 2) Macam pembungkus dan interaksi antara lama penyimpanan dan macam pembungkus tidak berpengaruh terhadap ALT koloni kapang, 3)Batas waktu simpan pada permen labu kuning yang dibungkus kertas minyak maksimal adalah 4 hari sedangkan yang dibungkus plastik maksimal adalah 6 hari. Kata Kunci: Kualitas Mikrobiologi; Kapang kontaminan; Permen labu; Lama penyimpanan; Macam Pembungkus Abstract. Pumpkin candy is a processed product of pumpkin fruit which is a typical food from Sumbawa Besar. Pumpkin candy contains compounds that can be utilized by contaminant molds to grow and reproduce. This can cause a decrease in quality so that it affects the shelf life. The aims of this study were: 1) To reveal the effect of storage time, type of packaging, and the interaction of storage time and type of packaging on the microbiological quality of pumpkin candy based on ALT of mold colonies. 2) Determining the maximum storage time for pumpkin candy is reviewed based on ALT of mold colonies that still meet the maximum limit requirements of the DIRJEN POM. Samples of pumpkin candy as much as 25 grams were crushed, then dissolved in 225 ml of 0.1% peptone water solution, then diluted to a dilution level of 10-6. Inoculation on Czapek Agar (CA) plate medium was 0.1 ml each from each level of dilution. Furthermore, the ALT count of the mold colonies was carried out on the samples wrapped in paper or plastic that had been stored for 0 days, 2 days, 4 days, 6 days, and 8 days, then according to the provisions of the DIRJEN POM. The results of this study showed that 1) Storage time had a significant effect on ALT of mold colonies, 2) Type of packaging and the interaction between storage time and type of wrapping had no effect on ALT of mold colonies, 3) The maximum shelf life of pumpkin candy wrapped in oil paper was 4 days while the maximum is 6 days wrapped in plastic. Keywords: Microbiological Quality; Contaminant Mold; Pumpkin Candy; Storage Time; Type of Packaging http://journal2.um.ac.id/index.php/jih/index ISSN: 2549-4686 (Online)