1 | Prosiding Seminar Nasional Pend. Geografi DILEMA PERSEBARAN DAN AKSEBILITAS PRASARANA PENDIDIKAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Hamza H. Wulakada Program Studi PIPS Pascasarjana Undana hhwulakada@gmail.com Abstrak Persoalannya bukan hanya pada dimensi keterbatasan jumlah dan kualitas perangkat teknologi tapi juga pada ketersediaan sistem informasi serta kemampuan sumberdaya memanfaatkan pembelajaran secara daring. Berbahagialah sebagian daerah yang memiliki keterbatasan dalam mengakses hak berkependidikan karena jarak jangkau ke lokasi prasarana pendidikan namun naifnya dukungan jaringan informasi belum tentu menjamin kelancaran pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Pemerintah telah berinisiasi menyediakan stimulus kebijakan untuk internet gratis tapi hal dimaksud tidak efektif karena keterbatasan perangkat IT, kemampuan menggunakannya, sistem informasi yang diterapkan serta ketersediaan jaringan internet yang mendukungnya. Perihal dimaksud inilah menjadi kerisauan dan menuntut penulisan berikut yang fokus pada urusan aksebilitas pendidikan di kondisi geografis Provinsi NTT. Kesempatan pandemic ini sesungguhnya akan menjadi entrance yang bagi Kemendikbud dalam mengimplementasikan berbagai konsep kebijakannya dimaksud karena berbagai lini sedang terkondisikan oleh Covid-19. Faktualnya, kehadiran pandemik ini berimbas pada kepentingan teknologi bagi private sector, social sector dan public sector yang akan meningkat drastis sehingga role kekuasaan akan lebih leluasa mengintervensi sistem nilai sosial dibidang pendidikan yang masih tergolong konvensional. Perlu penertiban data aksebilitas jaringan internet [desa, penduduk, pelajar], Peningkatan kapasitas internet, kuat, terjangkau dan merata. Menggunakan internet yang aman dan sehat, Adaptasi & penyelarasan sistem dan model pembelajaran. Kata Kunci: Pembelajaran, sarana-prasarana , system informasi LATAR BELAKANG Kondisi kesehatan global yang dilanda pandemi covid-19 kian mereda pasca ditempuh berbagai upaya oleh segenap elemen namun gelombang baru covid masih terus memberi ancaman bagi sendi kehidupan manusia. Pembatasan berbagai aktifitas kehidupan sosial ekonomi sebagai langkah taktis menahan laju penyebaran covid dinilai ampuh menurunkan grafik persebaran namun kerugian moril dan materil tak dapat terpelakkan. Kementerian Keuangan RI mensinyalir kerugian negara mencapai 1.356 Triliun rupiah hingga akhir 2020 dengan estimasi berdasarkan besaran hilangnya kesempatan meraih pertumbuhan ekonomi tahun 2020 sebesar -2% serta belanja negara meningkat hingga 12,3% [Rp284,2 T]. Alasan covid pula yang mengharuskan pemerintah memutuskan kebijakan untuk membatasi aktifitas pembelajaran langsung dan memulai dengan stimulus pemanfaatan sistem informasi teknologi. Perihal demikian karena mekanisme pembelajaran di Indonsesia masih mengandalkan pertemuan tatap muka sehingga mempertimbangkan pertemuan fisik akan mempermudah persebaran visur corona maka seluruh aktititas pembelajaran dihentikan. Seiring melandainya grafik kematian akibat covid maka secara perlahan beberapa unit lembaga pendidikan kini mulai