insiden yang membawa dampak terhadap manusia, peralatan, material dan lingkungan. Risiko meng- gambarkan besarnya potensi bahaya tersebut un- tuk dapat menimbulkan insiden atau cedera pada manusia yang ditentukan oleh kemungkinan dan keparahan yang diakibatkannya (Ramli,2010). Berdasarkan data dari Internatonal Labour Organizaton (ILO) tahun 2015, 1 pekerja di dunia meninggal setap 15 detk karena kecelakaan kerja Studi Penilaian Risiko Keselamatan Kerja di Bagian Boiler PT Indonesia Power UPJP Bali Sub Unit PLTU Barru Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) merupakan pembangkit listrik yang banyak digunakan di Indonesia yang memanfaatkan energi panas dari uap (steam) untuk memutar sudu turbin sehingga dapat digunakan untuk membangkitkan energi listrik melalui generator. Salah satu bagian terpentng dari sistem pembangkit listrik tenaga uap di Barru dan memiliki risiko tnggi mengalami ledakan dan kebakaran adalah boiler. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penilaian risiko kesela- matan kerja yang ada di PT Indonesia Power UPJP Bali Sub Unit PLTU Barru khususnya di bagian boil- er. Jenis penelitan ini adalah kuanttatf dengan metode deskriptf observasional, dimana proses identfkasi risiko bahaya menggunakan worksheet HAZOPS untuk mengidentfkasi bahaya pada me- sin di boiler dan JSA untuk mengidentfkasi tahapan pekerjaan di boiler. Proses analisis risiko menggunakan metode semi kuanttatf berdasarkan AS/NZS 4360:2004. Hasil penelitan menunjukkan nilai risiko keselamatan kerja pada mesin di boiler yang didapat dari worksheet HAZOPS tertnggi dengan risk ratng yaitu very high adalah pertama risiko temperatur lebih pada kompenen cyclone, kedua risiko temperatur lebih pada kompenen superheater. Nilai risiko keselamatan kerja pada taha- pan pekerjaan pemeliharaan di boiler yang didapat dari worksheet JSA tertnggi dengan risk ratng adalah kebocoran pada safety valve pada aktftas pengetesan safety valve. Saran pada penelitan ini adalah mengkomunikasikan kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi PLTU terkait kebijakan K3, menerapkan secara menyeluruh tentang Standart operatonal procedure atau SOP Keselamatan kerja, menerapkan secara menyeluruh tentang cara mengidentikasi bahaya di tempat kerja dengan menggunakan JSA, pengawasan lebih terhadap peralatan atau mesin yang sering mengalami kerusa- kan/penyimpangan dan pengawasan lebih terhadap sistem pengaman pada boiler, dengan mengawasi jadwal pemeliharaannya agar sistem pengaman boiler bekerja secara baik sesuai dengan fungsinya. Kata Kunci : Boiler, JSA,HAZOP, Penilaian risiko, AS/NZS 4360:2004 Abstrak P E N E L I T I A N Nur Hasnah 1 *, Hasbi Ibrahim 2 , Syarfaini 3 * Korespondensi : nurhasnah.channah@yahoo.com 1,2,3 Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar ISSN (Print) : 2443-1141 ISSN (Online) : 2541-5301 Pendahuluan Pengembangan Sistem Manajemen K3 ada- lah berbasis pengendalian risiko sesuai dengan sifat dan kondisi bahaya yang ada. Keberadaan bahaya dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan atau brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar