P-ISSN 2579-9185 E-ISSN 2656-0852 Jurnal Pendidikan Matematika AL-QALASADI Volume 4, No. 2, Desember 2020, pp.134-141 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) UNTUK MENGURANGI KECEMASAN MATEMATIKA SISWA Hazuar 1 , Zainal Abidin 2 , Cut Intan Salasiyah 3 1,2,3 Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Jalan Syekh Abdur Rauf, Banda Aceh 23111, Indonesia Email: hazuar09@gmail.com Email: zainalabidin@ar-raniry.ac.id Email: cutintan@ar-raniry.ac.id Abstract Dalam mempelajari matematika siswa sering kali merasakan kegelisahan, kekhawatiran, keprihatinan dan rasa takut. Sehingga dari perasaan tersebut muncul rasa cemas siswa dalam pelajaran matematika. Kecemasan dalam pembelajaran matematika adalah salah satu masalah yang mempengaruhi pembelajaran sehingga harus diminimalkan atau bahkan dihilangkan. Salah satu alternatif yang dapat mengurangi kecemasan siswa terhadap pembelajaran matematika adalah dengan penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Rotating Trio Exchange (RTE). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan penerapan model pembelajaran RTE dapat mengurangi tingkat kecemasan matematika. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian ini kuasi eksperimen kelompok kontrol tak setara (non equivalent control group desain). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-4 yang terdiri 31 orang dan kelas VII-2 yang terdiri dari 29 orang. Data dikumpulkan melalui pengukuran angket kecemasan matematika dan observasi. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh bahwa tingkat kecemasan matematika siswa sebelum dan setelah penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe RTE mengalami penurunan. Sebelum penerapan model RTE jumlah siswa yang mengalami sangat cemas 2 orang dan setelah penerapan siswa yang mengalami sangat cemas tidak ada lagi. Siswa yang mengalami cemas sebelum penerapan 15 orang dan setelah penerapan menjadi 4 orang. Siswa yang mengalami kecemasan sedang sebelum penerapan 8 0rang setelah penerapan menjadi 16 orang. Siswa yang tidak cemas sebelum penerapan 6 orang dan setelah penerapan menjadi 11 orang. Pesentase kecemasan siswa secara keleuruha, Sebelum penerapan model RTE tingkat kecemasan matematika siswa sebanyak 80,65% dan setelah pembelajaran menggunakan model RTE tingkat kecemasan matematika siswa menurun menjadi 64,51%. Artinya pembelajaran dengan model RTE dapat mengurangi tingkat kecemasan matematika dari 80,65% menjadi 64,51%. Berarti kecemasan matematika siswa berkurang sebanyak 16,14%. Dari hasil penelitian digunakanlah statistik uji-t pihak kiri dengan taraf signifikan 5%. Berdasarkan kriteria pengujian adalah tolak jika thitungttabel, telah didapat bahwa thitung= 0,283 dan ttabel = 1,68. Ini artinya thitung<ttabel yaitu 0,283 < 1,68 sehingga ditolak, maka diterima. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa tingkat kecemasan matematika siswa melalui penerapan model RTE lebih rendah dari tingkat kecemasan matematika siswa melalui pembelajaran konvensional. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe RTE, Kecemasan Matematika PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas yang hendak dicapai. Pendidikan menjadi salah satu sektor penting untuk dikembangkan sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, kompetitif dan memiliki daya saing yang tinggi. Pembenahan kualitas pendidikan haruslah menjadi pilihan utama bagi pemerintah untuk menjadikan bangsa yang mampu bersaing bahkan mendominasi dan memenangkan persaingan tersebut. Diperlukan peningkatan dan pengembangan sikap kompetitif sumber daya manusia melalui pendidikan.