E-ISSN : 2579-9258 Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika P-ISSN: 2614-3038 Volume 06, No. 01, Maret 2022, pp. 375-385 375 Metacognitive Myopia: Bentuk Khusus Kebutaan Metakognitif dalam Konteks Perkuliahan Daring di Era Pandemi Surya Sari Faradiba 1 , Alifiani 2 , Siti Nurul Hasana 3 1,2,3 Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Islam Malang, Jl. Mayjen Haryono 193, Malang, Indonesia suryasarifaradiba@unisma.ac.id Abstract This study aims to explore metacognitive myopia at each stage of problem solving in the context of online learning. The research subject is a student of the Mathematics Education study program. The research instrument consisted of real analysis problem solving and interview guidelines. In this study, subjects were asked to work on math problems individually and then interviewed online to confirm the occurrence of metacognitive myopia. The results showed that the subject experienced metacognitive myopia which was marked by the presence of a red flag type of error detection (ED) at the implementation stage of problem solving. This phenomenon is experienced by students who fail to realize that there are errors in certain steps that are not directly related to problem solving, while in steps that are directly related there are no problems. In this case, students take information for granted regarding the definition of a function and fail to distinguish whether the information is valid or invalid. However, the subject did not experience an error in determining an invertible function or not. The subject understands the condition of an invertible function, namely that the function must be one and onto. Further research is needed to deepen studies related to metacognitive myopia by involving more subjects. Keywords: Real Analysis, Error Detection, Function, Invertible, Metacognitive Myopia Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metacognitive myopia pada setiap tahapan pemecahan masalah dalam konteks pembelajaran daring. Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa program studi Pendidikan matematika. Instrumen penelitian terdiri dari soal pemecahan masalah Analisis Riil dan pedoman wawancara. Dalam penelitian ini, subjek diminta mengerjakan masalah matematika secara individu untuk selanjutnya diwawancarai secara daring untuk mengonfirmasi terjadinya metacognitive myopia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami metacognitive myopia yang ditandai dengan adanya red flag jenis error detection (ED) pada tahap implementasi pemecahan masalah. Fenomena ini dialami oleh mahasiswa yang gagal menyadari adanya kesalahan pada langkah tertentu yang tidak terkait secara langsung dengan pemecahan masalah, sementara pada langkah yang terkait secara langsung tidak ada masalah. Pada kasus ini, mahasiswa menerima informasi begitu saja terkait definisi suatu fungsi dan gagal membedakan apakah informasi tersebut valid atau tidak valid. Namun, subjek tidak mengalami kesalahan dalam menentukan suatu fungsi invertible atau tidak. Subjek memahami syarat suatu fungsi invertible yakni fungsi tersebut harus satu satu dan onto. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk memperdalam kajian terkait metacognitive myopia dengan melibatkan subjek lebih banyak. Kata kunci: Analisis Riil, Error Detection, Fungsi, Invertible, Metacognitive Myopia Copyright (c) 2022 Surya Sari Faradiba, Alifiani, Siti Nurul Hasana Corresponding author: Alfi Rahmawati Email Address: suryasarifaradiba@unisma.ac.id (Jl. Mayjen Haryono 193, Malang, Indonesia) Received 15 November 2021, Accepted 18 January 2021, Published 18 January 2022 PENDAHULUAN Indonesia mengonfirmasi adanya kasus pertama Covid-19 pada 2 Maret 2020 (Setiawan, 2020; Tosepu et al., 2020). Pandemi telah mengubah cara hidup manusia, termasuk proses belajar mengajar (Cauchemez et al., 2009). Semua satuan pendidikan di Indonesia, termasuk perguruan tinggi mengeluarkan kebijakan belajar di rumah dan menerapkan pembelajaran daring (Irfan et al., 2020). Dengan diterapkannya kebijakan tersebut, banyak dosen, mulai menggunakan platform sistem