JURNAL TEKNIK ITS Vol. 9, No. 2, (2020) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) E284 Abstrak—Bundaran Waru memiliki kendala yang muncul akibat adanya konflik pergerakan lalu lintas kendaraan dari berbagai arah. terdapat beberapa persilangan arus lalu lintas (Weaving) yang menyebabkan bundaran tersebut sering terjadi macet pada jam puncak (Peak Hour). Analisis lalu lintas berupa karakteristik kondisi lalu lintas pada saat eksisting dan membandingkan kinerja lalu lintas saat sebelum dan sesudah dibangunnya underpass ditinjau dari kecepatan tempuh dan derajat kejenuhan di Bundaran Waru. Analisis ekonomi dinilai berdasarkan analisis Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Nilai Waktu, Benefit Cost Ratio (BCR) dan Net Present Value (NPV). Hasil perhitungan yang dilakukan, didapatkan nilai derajat kejenuhan (DS) pada tahun 2021 sebelum dibangunnya underpass yaitu 0,60 pada bagian jalinan AB, 0,70 pada bagian jalan BC, 0,53 pda bagian jalinan CA. Setelah direncanakan pembangunan underpass derajat kejenuhan (DS) kondisi eksisting menurun yaitu 0,60 pada bagian jalinan jalan AB, 0,59 pada bagian jalinan jalan BC, 0,53 pada bagian jalinan jalan CA. Sedangkan DS pada bagian underpass pada 2021 sebesar 0,23-0,29. Berdasarkan analisis kelayakan dari segi ekonomi didaptkan nilai Benefit Cost Ratio (BCR) = 1,749 > 1, Net Present Value (NPV) = Rp 111.687.095.336,507 > 0. Sesuai persyaratan analisis kelayakan ekonomi, maka rencana pembangunan underpass di Bundaran Waru Surabaya ini dapat dikatakan layak. Kata Kunci—Underpass Bundaran Waru, Analisis Kinerja Lalu Lintas, Kelayakan Ekonomi, Studi Kelayakan. I. PENDAHULUAN URABAYA sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia, kota dengan jumlah penduduk yang cukup padat sekitar 2.874.699 jiwa menurut hasil sensus penduduk BPS Provinsi Jawa Timur pada tahun 2017[1]. Surabaya dengan jumlah penduduk yang padat berdampak pada besarnya jumlah pertumbuhan penggunaan kendaraan pribadi, dengan besarnya jumlah pertumbuhan penggunaan kendaraan pribadi mengakibatkan meningkatnya volume lalu lintas di Surabaya. Sehingga dapat menyebabkan kemacetan, maka dari itu perlu adanya pengembangan di Surabaya untuk mengatasi kemacetan. Salah satu kemacetan terbesar di Surabaya adalah Bundaran Waru. Bundaran waru merupakan akses penghubung Surabaya ke Sidoarjo dan sebaliknya. Kendala yang muncul tersebut akibat adanya konflik pergerakan lalu lintas kendaraan dari berbagai arah dapat dilihat pada Gambar 1. Bundaran Waru terdapat beberapa persilangan arus lalu lintas (Weaving) yang menyebabkan bundaran tersebut sering terjadi macet pada jam puncak (Peak Hour). Circle Selatan merupakan pertemuan arah Selatan (Jl. Raya Waru) menuju ke Barat (Jl. Raya Geluran) dan arah Selatan (Jl. Raya Waru) menuju ke Utara (Jl. Ahmad Yani). Sedangkan pada Circle Barat merupakan pertemuan arah Barat (Jl. Raya Geluran) menuju ke Selatan (Jl. Raya Waru) dan arah Selatan (Jl. Raya Waru) menuju ke Utara (Jl. Ahmad Yani). Pada circle Barat merupakan titik yang sangat padat dikarenakan merupakan akses keluar dari Tol Surabaya-Mojokerto, Tol Surabaya- Porong, serta Jalan Nasional. Lokasi sekitar Bundaran Waru terdapat terminal, pusat perbelanjaan dan kawasan industri yang mengakibatkan banyaknya kendaraan yang melintas pada jalan tersebut, dapat dilihat pada Gambar 1. Pada hari Kamis tanggal 15 Agustus 2019, diadakan rapat koordinasi terkait rencana pembangunan Underpass di Bundaran Waru Surabaya untuk mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas oleh Kadishub dan Ditlantas Polda Jatim. Dengan kondisi tersebut, sangat penting untuk dilakukan kajian layak atau tidaknya sebuah perencanaan underpass tersebut ditinjau dari segi lalu lintas dan dari segi ekonomi. Maka, perlu adanya studi lebih lanjut terkait dengan uraian Studi Kelayakan Pembangunan Underpass di Bundaran Waru Ditinjau dari Segi Lalu Lintas dan Ekonomi Jalan Raya Indra Dwi Laksono dan Catur Arif Prastyanto Departemen Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: cprastyanto@gmail.com S Gambar 1. Lokasi Bundaran Waru, Surabaya. Gambar 2. Titik Survei Lalu Lintas Bundaran Waru. : Dari Jl. Ahmad Yani ke Jl. Geluran : Dari Jl. Ahmad Yani ke Jl. Waru : Dari Jl. Waru ke Jl. Geluran : Dari Jl. Waru ke Jl. Ahmad Yani : Dari Jl. Geluran ke Jl. Waru : Dari Jl. Geluran ke Jl. Ahmad Yani