Dinamika Lingkungan Indonesia 121 Analisis Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Jamban Keluarga di Desa Ranah Singkuang Kabupaten Kampar Ignatius Trismon 1 , Zulfan Saam 2 ,Elda Nazriati 3 1 Dinas Kesehatan Provinsi Riau ,E-mail: ignatiustrismon@yahoo.co.id 2 Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Riau Jalan Pattimura No.09 Gedung.I Gobah Pekanbaru, Telp. 0761-23742 3 Fakultas Kedokteran Universitas Riau Jalan Diponegoro No. 01 Pekanbaru Riau Abstract: People in the village Ranah Singkuang who do not have family toilets still use the land, shrubs and streams to defecate, it was incompatible with the rules of health, so that they can transmit diseases and health problems. This study aimed to analyze the relationship between education, knowledge, attitudes, conditions of latrines and the role of extension with the participation of the community in the use of family latrines in the village of Ranah Singkuang Kampar by using Analytic Survey method with cross sectional design. Research conducted on 64 samples of defined population of 149 people in the village of Ranah Singkuang Kampar district in Riau province. Research shows that education, knowledge and attitudes as predisposing factors have the meaningful relationships with community participation in the use of household toilets, attitude is the most influential factor in which a good attitude will affect eight times participated both in the use of household toilets. As well as enabling factors (conditions of latrines) and reinforcing factors (the role of extension workers) also has a significant relationship with public participation in usage of toilet in the Ranah Singkuang village . Adverse effects as a result of low participation in the use of household toilets are contaminate soil, water and aesthetics, giving rise to the spread of disease to society. Key words: Participation, predisposing, enabling, reinforcing, use of toilet Masalah penyehatan lingkungan pemukiman khususnya pada jamban keluarga merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapat prioritas. Fasilitas jamban keluarga di masyarakat terutama dalam pelaksanaannya tidaklah mudah, karena menyangkut peran serta masyarakat yang biasanya sangat erat kaitannya dengan perilaku, tingkat ekonomi, kebudayaan dan pendidikan (Suparman, 2002). Penggunaan jamban yang disertai dengan partisipasi keluarga akan baik bila didukung oleh beberapa faktor, diantaranya faktor yang berasal dari diri individu yang disebut faktor internal seperti pendidikan, pengetahuan, sikap,dan lainnya, faktor eksternal seperti kualitas jamban yang memenuhi syarat, serta faktor pengaruh lingkungan seperti penyuluhan oleh petugas kesehatan, tokoh adat dan agama tentang penggunaan jamban sehat. Menurut Notoatmodjo (2012), bahwa di negara-negara yang sedang berkembang masalah kesehatan lingkungan masih berkisar pada sanitasi (jamban), penyediaan air minum, perumahan, pembuangan sampah, dan pembuangan air limbah. Umumnya masyarakat langsung menggunakan areal tanah sebagai tempat segala macam sampah, termasuk kotoran manusia, dengan bertambahnya penduduk yang tidak sebanding dengan area pemukiman sehingga masalah pembuangan kotoran manusia dan air limbah yang dibuang juga makin terus bertambah. Menurut Chandra (2007), masalah ini terjadi sebagai akibat dari tingkat sosial ekonomi yang rendah, pengetahuan dibidang kesehatan lingkungan yang kurang dan kebiasaan buruk dalam pembuangan tinja yang diturunkan dari generasi ke generasi. Kondisi tersebut terutama ditemukan pada masyarakat dipedesaan dan daerah kumuh perkotaan. Oleh karena itu masalah tersebut untuk sedini mungkin harus diatasi, karena kotoran manusia Dinamika Lingkungan Indonesia, Juli 2016, p 122-125 ISSN 2356-2226 Volume 3, Nomor 2