Formulasi Strategi Rantai Pasok Tepung Terigu untuk… Jurnal Agroteknologi, Vol. 08 No. 02 (2014) 140 PENDAHULUAN Tepung terigu banyak digunakan oleh industri makanan sebagai bahan baku dalam mengolah suatu produk pangan. Kebutuhan tepung terigu dalam negeri paling besar berasal dari kelompok industri kecil menegah (IKM) (Sarwanto, 2008). Industri kecil menengah merupakan jenis usaha yang mempunyai potensi pasar semakin meningkat setiap tahun sehingga berdampak pada peningkatan kebutuhan tepung terigu di Indonesia, dapat ditunjukan pada data BPS. Pada tahun 2010 konsumsi tepung terigu di Indonesia sebanyak 4,3 juta ton, sedangkan pada tahun 2011 meningkat menjadi 4,6 juta ton. Selain itu juga didukung dengan adanya data BPS tentang peningkatan volume impor tepung terigu. Pada tahun 2010 sebanyak 4,8 juta ton dan pada tahun 2011 angka tersebut meningkat menjadi 5,2 juta ton (Badan Pusat Statistik, 2011). Peningkatan kebutuhan tepung terigu di Indonesia berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan tepung terigu di Kabupaten Jember. Peningkatan kebutuhan tepung terigu pada tahun 2010 sebanyak 4,8 ribu ton sedangkan persediaan tepung terigu sebanyak 5,1 ribu ton, pada tahun 2011 kebutuhan tepung terigu meningkat menjadi 5,4 ribu ton sedangkan persediaannya 5,6 ribu ton, begitu pula pada tahun 2012 kebutuhan tepung terigu meningkat menjadi 6,1 ribu ton sedangkan persediaannya 5,9 ribu ton. Data tersebut menunjukan bahwa antara persediaan dengan kebutuhan tepung terigu tidak seimbang, sehingga akan mempengaruhi terhadap kerugian IKM dan pelaku-pelaku lainnya pada rantai pasok. Peningkatan kebutuhan tepung terigu di Kabupaten Jember disebabkan karena jumlah IKM berbasis tepung terigu yang FORMULASI STRATEGI RANTAI PASOK TEPUNG TERIGU UNTUK INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KABUPATEN JEMBER Formulation of Wheat Flour Supply Chain Strategy for Small and Medium Enterprises in Jember Regency Bambang Herry Purnomo 1) *, Andrew Setiawan Rusdianto 1) , Yurika Widya Dewi 1) 1) Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember Jalan Kalimantan No. 37 Kampus Tegalboto, Jember 68121 *E-mail: binauf06@yahoo.com ABSTRACT Wheat flour is the raw material that often used by food industrial. Small and Medium Entyties has a significant contribution to Indonesian economy growth. Common problems faced by SMEs is often the price fluctuations of wheat flour and difficult to obtain wheat flour sustainability as raw material by affordable price, so it must be made supply chain management of wheat flour to handle the problems in order to increased of SMEs based wheat flour. The aim of this research is to analyze the supply chain system of wheat flour, analyze strengths and weaknesses in the supply chain, formulated supply chain strategy of wheat flour to increase the competitiveness of SMEs based wheat flour in Jember. This research was conducted in three stages, namely preliminary stage through literature, alternative determination stage using SWOT and strategy selection stage using AHP. The results is a good strategy to increase the competitiveness of SMEs based wheat flour in Jember is to increase the productivity of SMEs based wheat flour. Keywords: supply chain, wheat flour, Small and Medium Entyties (SMEs) based wheat flour, SWOT, AHP brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by JURNAL AGROTEKNOLOGI