183 Berita Biologi 12(2) - Agustus 2013 *Diterima: 30 Desember 2012 - Disetujui: 18 Februari 2013 MORTALITAS DAN PROFIL HEMATOLOGI MENCIT YANG DIINFEKSI Trypanosoma evansi ISOLAT BANGKALAN, PEMALANG DAN PIDIE* [Mortality and Haematology Profiles of Mice Infected with Trypanosoma evansi from Bangkalan, Pemalang and Pidie Isolates] Didik T Subekti 1,2 , Mutiara Febria 1 , Febiola Rama Sari 3 , Indri N Hartiyati 1 1 Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, JL. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta 12640, 2 Balai Besar Penelitian Veteriner, JL. R.E. Martadinata 30, Bogor 16114, 3 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, JL. Tgk. Hasan Krueng Kalee, Darussalam, Banda Aceh email: subekti.vmd@lycos.com ABSTRACT Trypanosoma evansi known as trypanosomiasis causes or called surra in animals. Trypanosomiasis-associated death were generally due to severe anemia. Another report mentioned that a rapid death of mice can be attributed to the several reasons. One of those reasons is highly parasitaemia that leads to death of the host. However, there is another distinct report that high parasitemia in mice does not necessarily lead to anemia and clinical symptoms. This research was focused to study the relationship between trypanosomiasis-associated death with haematology profile, particularly the decrease of PCV (packed cell volume) value, anemia and virulence of T. evansi collected from several region of Indonesia. The experiments were performed by dividing mice into four groups. Three groups were infected by T.evansi according to the original isolates while another group were uninfected mice. Every two-day interval, all mice were observed their mortality and parasitaemia and also examined the PCV value and erythrocyte counts in peripheral blood. The experimental results shown that the degree of parasitemia in mice were not always related to mice mortality and anemia. Decreases of PCV value were related to the existence of parasitaemia but not with anemia. This study suggests that there is no relationship between the decreases of PCV value and anemia to the trypanosomiasis-associated death in mice. Key words: Tryapanosoma evansi, PCV value, anemia, mortality, virulence ABSTRAK Trypanosoma evansi telah diketahui sebagai penyebab trypanosomiasis atau surra pada hewan. Kematian hewan pada kasus trypanosomiasis umumnya disebabkan karena anemia yang berat. Laporan lain juga menyatakan bahwa kematian mencit yang cepat dapat berkaitan dengan beberapa hal, diantaranya adalah tingginya parasitemia. Namun demikian, laporan lain yang berbeda menyatakan bahwa mencit yang mengalami parasitemia tinggi tidak selalu menyebabkan anemia dan gejala klinis. Penelitian ini difokuskan untuk mempelajari kaitan antara kematian mencit dengan profil hematologi khususnya PCV, anemia dan virulensi T. evansi dari beberapa isolat Indonesia. Penelitian dilakukan dengan membagi mencit kedalam 4 grup. Tiga grup diinfeksi T.evansi sesuai isolat yang digunakan dan satu grup kelompok normal. Pengamatan dilakukan setiap dua hari sekali dengan mengamati kematian mencit, parasitemia, nilai PCV dan jumlah eritrosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat parasitemia tidak selalu memiliki kaitan dengan kematian dan anemia. Penurunan nilai PCV memiliki kaitan dengan parasitemia tetapi tidak selalu berkaitan dengan anemia. Penelitian ini juga menunjukkan tidak adanya kaitan antara penurunan nilai PCV maupun anemia dengan kematian mencit karena trypanosomiasis. Kata kunci: Trypanosoma evansi, nilai PCV, anemia, mortalitas, virulensi PENDAHULUAN Trypanosomiasis (Surra) merupakan salah satu penyakit yang endemik di Indonesia. Surra disebabkan oleh protozoa Trypanosoma evansi dan menyerang berbagai jenis hewan, terutama kuda, sapi dan kerbau. Kasus terbaru di Indonesia terjadi di Pulau Sumba Propinsi Nusa Tenggara Timur pada trahun 2010 – 2011 yang mengakibatkan kematian pada 1159 ekor kuda, 600 ekor kerbau dan seekor sapi (Anonimus, 2012). Kematian pada trypanosomiasis umumnya akibat anemia yang berat (Onah et al., 1996). Adapun Verdillo et al., (2012) menyatakan bahwa kematian cepat pada mencit yang diinfeksi T. evansi dapat disebabkan beberapa kemungkinan yaitu cepatnya reproduksi Trypanosoma dalam darah atau destruksi glukosa di hati yang menyebabkan disfungsi hati. Kemungkinan lainnya adalah pelepasan sitokin proinflamatorik secara berlebihan sehingga toksik bagi inang atau pelepasan protease (baik lisosomal, fosofolipase atau hidrolitik enzim lainnya) yang akan mendegradasi jaringan inang. Nilai PCV (Packed cell volume) cenderung menurun pada semua mencit yang diinfeksi dan anemia progresif merupakan gejala klinis utama pada trypanosomiasis (Verdillo et al., 2012). Namun Carmona et al. (2006) melaporkan hasil yang berbeda. Pada setiap kasus trypanosomiasis di mencit, kematian terjadi pada brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by E-Journal Portal - Research Center for Biology - Indonesian Institute of Sciences (LIPI) /...