136 Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol. 16, No. 2, 2020, 136-143 P-ISSN: 1858-3903 and E-ISSN: 2597-9272 https://ejournal.undip.ac.id/index.php/pwk/index KARAKTERISASI DAERAH RAWAN GERAKAN TANAH DI LAPANGAN PANDANMURTI DESA CANDIGARON KECAMATAN SUMOWONO KABUPATEN SEMARANG DENGAN METODE MIKROTREMOR LANDSLIDE ZONE CHARACTERIZATION IN PANDANMURTI FIELD CANDIGARON VILLAGE, SUMOWONO SUBDISTRICT, SEMARANG REGENCY BY USING MICROTREMOR METHOD Dwi P. Sasongko 1 , Gatot Yuliyanto 2 , Arifin Zaenal 3 1,2,3 Departemen Fisika Universitas Diponegoro Info Artikel: 1. PENDAHULUAN Gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa berbagai tipe dan jenis batuan atau tanah akibat gaya berat. Secara umum kejadian gerakan tanah disebabkan oleh kondisi material dan faktor eksternal yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Selain gravitasi yang ABSTRAK Gerakan tanah di Lapangan Pandanmurti, Desa Candigaron, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang berupa tanah retak dan sebagian mengalami penurunan tanah. Untuk mengindentifikasi daerah Gerakan tanah di lokasi penelitian ini dilakukan survei mikrotemor dengan metode HVSR. Berdasarkan pemodelan 2D daerah yang mengalami Gerakan tanah terkarakterisasi oleh lapisan tanah dengan nilai amplifikasi lebih besar daripada 1 dengan rentang amplifikasi 1-6,5. Frekusensi dominan lapisan tanah lokasi penelitian terkarakterisasi mempunyai nilai 0,02-0,06 Hz. Berdasarkan pemodelan 3D separasi berkas amblesan dengan bagian yang belum ambles dicirikan dengan adanya dikontinuitas di bagian selatan-tenggara dengan isovalue nilai frekuensi 1,36 Hz dan daerah yang tidak mengalami deformasi lebih lanjut dicirikan dengan isovalue nilai amplifikasi lebih besar dari 0,79. Berdasarkan kontur lokasi penelitian Gerakan tanah di lokasi penelitian bersifat rayapan (creeping). Pengukuran lebih lanjut menuju daerah terlewati atau pilihannya untuk mitigasi bencana longsor lanjutan. Kata Kunci: Gerakan tanah, HSVR, Frekuensi, Amplifikasi, Deformasi ABSTRACT The ground movement in Pandanmurti Field, Candigaron Village, Sumowono Subdistrict, Semarang Regency is in the form of cracked land and some of it has land subsidence. To identify the area of ground movement in the study site, a microtremor survey was conducted using the HVSR method. Based on 2D modeling areas that experience soil movement are characterized by a layer of soil with amplification values greater than 1 with an amplification range of 1-6.5. The dominant frequency of soil layers characterized by research sites has a value of 0.02-0.6 Hz. Based on 3D modeling the separation of the former subsidence with the part that has not subsided is characterized by the discontinuity in the south-southeast with isovalue 1.36 Hz frequency values and areas that do not undergo further deformation are characterized by isovalue amplification values greater than 0.79. Based on the contour of the land movement research location at the research site is creeping. Further measurements towards the skipped areas or their options for mitigating further landslides disaster. Keyword: Ground motion, HVSR, Frequency, Amplification, Deformation Copyright © 2020 JPWK-UNDIP This open access article is distributed under a Creative Commons Attribution (CC-BY-NC-SA) 4.0 International license. OPEN ACCESS Artikel Masuk: 8 November 2019 Artikel diterima: 31 Maret 2020 Tersedia Online: 30 Juni 2020