10 Nur Hasanah, Tri Okta Ratnaningtyas, Aufia Razana, Dede Rival Novian, Vol 9 (2) 2020 pp 10-16 Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9 No.2 Tahun 2020 Pengaruh Obat Anti Tuberkulosis terhadap Nilai SGPT dan SGOT Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin Pasien Tuberkulosis Paru di RS Sari Asis Ciputat Nur Hasanah* 1 , Tri Okta Ratnaningtyas 2 , Aufia Razana 3 , Dede Rival Novian 4 1,2,3 Program Studi DIII Farmasi STIKes Kharisma Persada 4 Departemen Anatomi, Fisiologi, Farmakologi dan Biokimia, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana e-mail: * 1 nurhasanahbik51@gmail.com Article Info Abstrak Article history: Submission Mei 2020 Accepted Juni 2020 Publish Juli 2020 Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TB dapat menyebabkan kematian jika tidak diobati. Namun, obat anti tuberculosis (OAT) mempunyai efek hepatotoksik yang menyebabkan kerusakan hati yang luas dan pemanen. Parameter untuk menentukan ada atau tidaknya kerusakan hati adalah dengan melihat kadar SGPT dan SGOT. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh OAT terhadap nilai SGPT dan SGOT berdasarkan klasifikasi usia dan jenis kelamin terhadap pasien tuberkulosis paru yang dirawat inap di RS Sari Asih Ciputat periode Januari sampai Juni 2018. Metode penilitian ini dilakukan dengan pendekatan retrospektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh OAT tertinggi pada nilai SGPT adalah pada usia 56 -65 tahun sebanyak 2,5%, sedangkan pada pengaruh OAT tertinggi pada nilai SGOT pada usia 17-25 dan 56-65 tahun sebanyak 3,75%. Selanjutnya, pengaruh OAT tertinggi terhadap nilai SGPT adalah jenis kelamin perempuan sebanyak 5%, sedangkan nilai SGOT antara perempuan dan laki-laki adalah sama, yaitu sebanyak 6,25%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian OAT terhadap nilai SGPT dan SGOT berpengaruh pada usia dan jenis kelamin. Kata kunciPenderita TB paru, SGPT, SGOT Ucapan Terima kasih diberikan kepada STIKES Kharisma Persada dan Tim Peneliti yang telah membantu kelancaran penelitian ini Abstract Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. TB can cause death if left untreated. However, anti-tuberculosis drugs (OAT) have hepatotoxic effects that cause extensive liver damage and harvesters. The parameter to determine the presence or absence of liver damage is to look at SGPT and SGOT levels. The purpose of this study was to determine the effect of OAT on SGPT and SGOT values based on age and sex classification of pulmonary tuberculosis patients who were hospitalized in Sari Asih Ciputat Hospital for the period January to June 2018. This research method was conducted using a retrospective approach. The results showed that the influence of the highest OAT on SGPT values was at the age of 56 -65 years by 2.5%, while the highest OAT effect on the value of SGOT at ages 17-25 and 56-65 years was 3.75%. Furthermore, the highest influence of OAT on SGPT value is female sex by 5%, while the SGOT value between women and men is the same, which is as much as 6.25%. The conclusion of this study is the administration of OAT to the value of SGPT and SGOT affect age and sex. Keyword Patients with pulmonary TB, SGOT, SGPT