Jurnal TECHNOBIZ Vol. 3, No. 2, 2020, 5-14. ISSN 2655-3457 (online) 2722-3566 (cetak) 5 DETERMINAN CASH HOLDING PERUSAHAAN INDUSTRI MANUFAKTUR: PERSPEKTIF FINANCIAL CONSTRAINTS DAN FINANCIAL UNCONSTRAINTS Johan Trihantoro email: johan.trihantoro@ubs-usg.ac.id STIE UnisadhuGuna Jl. Terogong Raya No.32, Pondok Indah, Jakarta Selatan 12430 Email : johan.ppim@gmail.com Abstract This study aims to examine the factors of company characteristics and company ownership structure on cash holding of financial unconstraints and financial constraints in manufacturing companies. Proxy of company characteristics is represented by net working capital, leverage, and capital expenditure and proxy for the ownership structure of number block holders and insider holder and company size as proxies for control variables. This research method is quantitative research and uses secondary data. The empirical research model used to test the hypothesis using the panel data regression model, the model selected from the fixed effect method for financial constraints companies and the random effect method for financial unconstraints companies. Based on the research hypothesis, financial constraints on net working capital have a negative and significant relationship to cash holdings. Leverage on financial unconstraints companies has a negative and significant relationship with cash holding. Insider holding in financial constraints companies shows a negative and significant relationship. Keywords: Cash Holding, Financial Constraints, Panel Data, Fixed Effect Method, Random Effect Method Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor dari karakteristik perusahaan dan struktur kepemilikan perusahaan terhadap cash holding pada perusahaan financial unconstraints dan financial constraints di perusahaan manufaktur. Proxy karateristik perusahaan diwakili net working capital, leverage, dan capital expenditure dan proxy struktur kepemilikan dari number block holder dan insider holder dan size perusahaan sebagai proxy variabel control. Metode penelitian ini merupakan penelitaan kuantitatif dan mengunakan data sekunder. Model empiris penelitian yang digunakan untuk menguji hipotesis dengan menggunakan model regresi data panel, model yang terpilih dari model fixed effect method untuk perusahaan financial constraints dan random effect method untuk perusahaan financial unconstraints. Berdasarkan hipotesis penelitian perusahaan financial constraints pada net working capital memiliki memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap cash holdings. Leverage pada perusahaan financial unconstraints berhubungan negatif dan signifikan dengan cash holding. Insider holding pada perusahaan financial constraints menunjukan hubungan negatif dan signifikan. Kata kunci: Cash Holding, Financial Constraints, Panel Data, Fixed Effect Method, Random Effect Method 1. Pendahuluan Kas merupakan aset yang paling likuid dimana ukuran kemampuan perusahaan untuk kewajiban jangka pendek. Kas merupakan suatu yang secara nyata diterima dan dapat diinvestasikan kembali oleh perusahaan sehingga kas merupakan suatu asset perusahaan yang paling likuid. Tersedianya kas sangat penting bagi perusahaan untuk membiayai terkait dengan aktivitas perusahaan. Sehigga Kepemilikan kas (cash holding) merupakan asset perusahaan yang dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari perusahaan yang terkait dengan aktivitas bisnis perusahaan. Kas adalah salah satu kunci dari asset yang memiliki sifat paling lancar untuk dapat digunakan oleh perusahaan dalam pembiayaan transaksi operasional bisnis sehari-hari. Gill dan Shah [1] bahwa cash holding didefinisikan sebagai uang tunai di tangan atau tersedia untuk investasi pada aset fisik dan mendistribusikan kepada investor dan kas adalah aset yang paling likuid dan merupakan ukuran kemampuan perusahaan untuk membayar tagihannya tepat waktu. Teori yang mendukung mengapa perusahaan perlu tersedianya kas adalah trade off theory, pecking order theory, dan agency theory. Theory trade off menyatakan bahwa kepemilikan kas yang optimal. Opler et al [2] menjelaskan trade off theory menyatakan bahwa manajer perusahaan akan menentukan tingkat kepemilikan kas yang optimum dengan mempertimbangkan keuntungan dan manfaat dari kepemilikan kas. Theory pecking order mengemukakan adanya urutan atau hirarki sumber dan dalam pembuatan keputuasan pembiayaan perushaaan. Teori ini menunjukkan bahwa tidak ada tingkat yang optimal dari kas bagi suatu perusahaan. Myers dan