A-003 Prosiding Conference on Smart-Green Technology in Electrical and Information Systems
Bali, 14-15 November 2013
ISBN: 978-602-7776-72-2 © Universitas Udayana 2013 13
Efek Beroperasinya Kabel Laut
Bali–Nusa Lembongan Terhadap Sistem Kelistrikan
Tiga Nusa
Yohanes Made Arie Prawira, Ida Ayu Dwi Giriantari, I Wayan Sukerayasa
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana
Denpasar, Bali
prawira79@gmail.com, dayu.giriantari@unud.ac.id, sukerayasa@unud.ac.id
Abstrak—Sistem kelistrikan kawasan Tiga Nusa yang awalnya
dioperasikan secara isolated, kini telah mendapatkan sumber
suplai baru dari pulau Bali melalui kabel laut Bali–Nusa
Lembongan. Dengan beroperasinya kabel laut, akan
berpengaruh terhadap aliran daya, besar susut energi, dan
tingkat keamanan suplai.
Analisis diawali dengan melakukan peramalan beban
hingga tahun 2033 menggunakan metode time series.
Selanjutnya nilai load factor dan loss factor sistem kelistrikan
Tiga Nusa dihitung, untuk digunakan dalam perhitungan
susut energi. Analisis tingkat keamanan suplai akan
menggunakan 3 skenario dengan penerapan kondisi n-1.
Dari hasil analisis, diperoleh: besar susut energi tahunan
sistem kelistrikan Tiga Nusa sebelum beroperasinya kabel laut
ialah sebesar 201,48 MWh. Dengan mengoperasikan 2 line
kabel laut Bali-Nusa Lembongan mengakibatkan susut energi
sebesar 297,84 MWh, selanjutnya dengan mengoperasikan 1
line kabel laut mengakibatkan susut energi sebesar 407,34
MWh. Hasil analisis tingkat keamanan suplai sistem
kelistrikan Tiga Nusa dengan beroperasinya kabel laut akan
tetap aman hingga tahun 2033.
Kata kunci—Kabel Laut; Aliran Daya; Susut Energi; Tingkat
Keamanan Suplai
I. PENDAHULUAN
Provinsi Bali dengan ibukota Denpasar terletak antara
803’40”-850’48” LS dan antara 11425’53”- 11542’40” BT
dengan luas wilayah keseluruhan 5.636,66 km2, yang terdiri
atas beberapa pulau yaitu Pulau Bali, Nusa Penida, Nusa
Ceningan, Nusa Lembongan, Pulau Serangan dan Pulau
Menjangan.
Kawasan Tiga Nusa (Nusa Lembongan, Nusa Penida,
dan Nusa Ceningan) termasuk bagian dari Kabupaten
Klungkung. Kawasan Tiga Nusa memiliki luas dua per tiga
dari wilayah Kabupaten Klungkung yaitu sekitar 202,84
Km² dengan jumlah penduduk 46.749 jiwa yang terdiri dari
8.543 KK. [7]
Sistem kelistrikan kawasan Tiga Nusa awalnya
dioperasikan secara isolated. Sistem kelistrikan di kawasan
ini dipasok oleh pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD),
pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), dan pembangkit
listrik tenaga Bayu (PLTB). Keberadaan pembangkit di
kawasan Tiga Nusa ini memiliki daya mampu sebesar 4.866
kW dengan beban puncak 2.492 kW. [5]. Selain biaya
pokok produksi energi listrik yang mahal, kendala yang
sering dihadapi sistem kelistrikan di kawasan ini ialah
beroperasinya PLT Bayu tidak dapat beroperasi secara
konstan dan maksimal karena sangat tergantung pada arah
dan kecepatan angin.
Guna meningkatkan suplai daya listrik dan menurunkan
biaya pokok produksi, PLN telah berhasil menambahkan
suplai daya listrik baru, berupa 2 line kabel laut 20 kV Bali-
Nusa Lembongan. Suplai kabel laut berasal dari GI Gianyar
dengan landing point pulau Bali berada di GH Pering, dan
landing point Nusa Lembongan berada di GH Jungut Batu.
Dengan tambahan suplai daya yang berasal dari Pulau Bali
ini, diharapkan dapat membantu melayani kebutuhan daya
kawasan Tiga Nusa.
II. KAJIAN PUSTAKA
A. Gambaran Umum Sistem Kelistrikan Tiga Nusa
Sistem kelistrikan Tiga Nusa memiliki kapasitas
pembangkitan dengan daya mampu sebesar 4,278 MW dan
beban puncak pada tahun 2012 tercatat sebesar 2,492 MW.
Pertumbuhan beban di kawasan ini memiliki persentase
pertumbuhan rata-rata sebesar 7,4 % dari tahun 2005 hingga
tahun 2012. [6]
Gambar 1. Grafik Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Kelistrikan Tiga
Nusa