e-ISSN: 2655-1780 p-ISSN: 2654-8534 Seminar Internasional Riksa Bahasa XIII http://proceedings.upi.edu/index.php/riksabahasa 911 Seminar Internasional Riksa Bahasa XIII PEMILIHAN DAN SIKAP BAHASA REMAJA PENUTUR JATI SUNDA DIALEK BANTEN DI KECAMATAN CARITA PANDEGLANG BANTEN Tomi Nugraha 1 , Nadia Dclara 2 , Hellen Hervinda 3 Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Indonesia 1,2,3 nugrahatomi514@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membahas pemilihan dan sikap bahasa pada remaja penutur jati Sunda dialek Banten di Kecamatan Carita, Pandeglang, Banten. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif-kualitatif ( mixed method). Responden dalam penelitian ini sebanyak 30 orang yang diperoleh dengan teknik random sampling di wilayah pesisir pantai Carita, Pan- deglang, Banten. Data diperoleh melalui observasi, kuisioner, dan wawancara. Data kuantitatif diolah dengan menggunakan program SPSS statistic 24. Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif dengan memberikan deskripsi dan interpretasi terhadap data statistic tersebut. Peneliti- an pemilihan dan sikap bahasa hanya mencakup ranah keluarga dan pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sikap bahasa penutur jati sunda dialek Banten di kecamatan Carita cen- derung positif. Hal tersebut disebabkan oleh pewarisan bahasa ibu di kalangan remaja berjalan dengan baik. Selain itu responden dalam penelitian ini menggunakan bahasa Indonesia hanya di ranah pendidikan. Sehingga penggunaan bahasa Indonesia dan pemertahanan bahasa ibu dapat berjalan dengan baik. Kata Kunci: Pemilihan Bahasa; Sikap Bahasa; Remaja Penutur Jati Sunda Dialek Banten. PENDAHULUAN Indonesia memiliki ratusan bahasa daerah yang tersebar di setiap daerah-daerah di Indo- nesia. Setiap daerah di Indonesia memiliki bahasa daerah yang beragam, memiliki kekhasan dan ciri tersendiri yang membedakannya dengan bahasa lainnya, sehingga bahasa daerah saat ini telah menjadi jati diri atau identitas lokal suatu daerah. Di era revolusi Industri 4.0 masyarakat tidak akan pernah terlepas dari penggunaan teknologi. Hal tersebut ternyata berdampak pada tatanan kehidupan masyarakat Indone- sia. Salah satunya dapat dilihat dari fenomena pergeseran bahasa di kalangan penutur jati bahasa di Indonesia. Hal itu terjadi di pelbagai daerah, terlebih daerah yang menjadi ka- wasan destinasi wisata seperti daerah pesisir laut di Banten. Banten merupakan daerah yang banyak memiliki destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan. Banten menjadi surga bagi para turis dari Indonesia maupun turis mancanegara. Masuknya Banten sebagai kawasan destinasi wisata di Indonesia membuat semua orang berdatangan ke Banten sehingga memberikan dampak terhadap penduduk sekitar. Salah satu dampak tersebut terjadi di kawasan penduduk pesisir pantai Banten adalah fenomena pergeseran bahasa di kalangan remaja penutur jati bahasa sunda dialek Banten. Namun pergeseran bahasa yang terjadi tidak sebesar di kota-kota besar di Indo-