INTAN Jurnal Penelitian Tambang Volume 4, Nomor 2, 2021 INTAN Jurnal Penelitian Tambang 121 KAJIAN TINGKAT AKURASI DAN KETELITIAN GEOMETRI PETA DASAR DARI HASIL PENGOLAHAN DATA FOTO UDARA UNTUK PEMANFAATANNYA DI SEKTOR PERTAMBAGAN Pangeran S. Panjaitan 1) , Jance M. Supit 2) 1)2) Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Universitas Papua Jalan Gunung Salju Amban Manokwari Email: ean.panjaitan@gmail.com Abstract Orthophoto is an aerial photo with a photographic recording process with the support of a detector or a film detector that has corrected its geometric errors using Digital Elevation Model (DEM) data. DEM data is a digital elevation model that represents the surface topography and Ground Control Point (GCP) or ground control points as a location point that is known or identified in real space on the ground surface. This can be used for mapping purposes without any scale inconsistencies throughout the photo coverage, and for getting a high-resolution scale map, that is corrected referring to geometric accuracy, which aims to be utilized in the mining sector as a base map on a large scale. From the results of the aerial photo data processing, the geometric accuracy of class I is at a scale of 1:500, which is used as a base map for the Mining Permit. Keywords: Orthophoto, Aerial Photography, DEM, GCP, Geometrical Accuracy Abstrak Orthophoto adalah foto udara dengan proses perekaman secara fotografik dengan bantuan detector atau alat pendeteksi berupa film yang telah dikoreksi kesalahan geometriknya menggunakan data Digital Elevation Model (DEM). Data DEM merupakan suatu model ketinggian digital yang mempresentasikan topografi permukaan dan Ground Control Point (GCP) atau titik kontrol tanah sebagai titik lokasi yang diketahui atau diidentifikasi dalam ruang nyata di permukaan tanah. Ini dapat dimanfaatkan sebagai kepentingan pemetaan tanpa adanya inkonsistensi skala di sepanjang liputan foto, lalu mendapatkan peta skala dengan resolusi tinggi tersebut dilakukan koreksi mengacu pada ketelitian geometri yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sehingga dapat digunakan terhadap pemanfaatannya di sektor pertambangan sebagai peta dasar dengan skala besar. Dari hasil pengolahan data foto udara didapatkan ketelitian geometri kelas I pada skala 1:5000 yang digunakan sebagai peta dasar Wilayah Izin Usaha Pertambangan. Kata kunci: Orthophoto, Foto Udara, DEM, GCP, Ketelitian Geometri PENDAHULUAN Pemetaan merupakan proses pengukuran, perhitungan dan penggambaran roman muka bumi dengan menggunakan cara dan metode tertentu, sehingga didapatkan hasil berupa peta. Pemetaan dilakukan untuk mendapatkan suatu informasi tertentu mengenai keadaan dari lokasi yang dipetakan. Hasil dari kegiatan pemetaan ini yaitu berupa peta yang memberikan suatu informasi kepada pembacanya. Salah satu metode pemetaan yang saat ini sering digunakan adalah metode fotrogametri. Metode fotogrametri dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pemetaan yang memerlukan ketelitian tinggi, sehingga perkembangan selanjutnya sebagian besar pemetaan topografi dan pemetaan persil dilakukan dengan menggunakan fotogrametri. Pemetaan fotogrametri yang memetakan objek-objek di permukaan bumi menggunakan foto udara sebagai media, dapat menggunakan salah satu jenis alat Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yaitu drone. Teknologi drone telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Pemanfaatannya sudah meluas hingga ke industri tambang. Saat ini, teknologi drone dikenal dalam industri tambang menjadi teknologi pemantauan perkembangan situs tambang. Namun, pemanfaatan drone tidak berhenti hanya sampai pada pemantauan situs tambang. Kerap kali perusahaan menentukan perhitungan cadangan mineral yang tersedia dan melakukan pembukaan akses jalan. Kegiatan ini membutuhkan gambaran visual tampak atas dari area situs tambang, keduanya mengandalkan drone dalam mengambil data yang mampu diproses menghasilkan peta topografi dan peta citra.