PENERAPAN LOGIKA FUZZY PADA PROSES PENCUCIAN FILTER AIR DENGAN MENGGUNAKAN PLC DI PDAM KARANGPILANG I SURABAYA Ir.Anang Tjahjono .MT¹,Ir. Era Purwanto .M.Eng²,Yanuar Rizky 3 ¹ Dosen Jurusan Teknik Elektro Industri ² Dosen Jurusan Teknik Elektro Industri ³ Mahasiswa D4 Jurusan Teknik Elektro Industri Politeknik Elektronika Negeri Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh November Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Email : rizky_aewis@yahoo.com Abstrak Pada salah satu proses pengolahan dan penjernihan air terdapat proses filter. Filter digunakan sebagai penyaring dan menjernihkan air untuk itu filter perlu dicuci. Dengan metode yang digunakan sekarang untuk mencuci filter oleh pihak PDAM berupa penjadwalan ternyata tidak optimal dan efisien. Tetapi dengan penambahan parameter tingkat kekeruhan dan level reservoir yang diolah ke dalam logika fuzzy, kualitas air bersih tetap terjamin dan kuantitas penyaluran air ke konsumen juga tetap terjaga diantara range 0.7-0.9 NTU. Logika fuzzy yang digunakan berfungsi sebagai pemutus dan pengatur waktu pencucian filter, dengan pengambilan nilai keluaran fuzzy diatas 5.5. Ditambah dengan penggunaan sistem SCADA efisiensi juga dapat dicapai khususnya dalam waktu dan pencatatan data atau data logging. Kata Kunci : PLC,Fuzzy,optimasi 1. Pendahuluan PDAM sebagai perusahaan pemerintah yang memiliki kewenangan dalam hal proses pengolahan dan penjernihan sekaligus pendistribusian air bersih, memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas dan kuantitas air yang di berikan kepada masyarakat. Untuk itu diperlukan metode yang tepat dalam pengelolaannya sehingga disamping kualitas dan kuantitas air yang baik, juga terdapat optimalisasi dalam penggunaan peralatan di PDAM. Berikut adalah blok pengolahan air di PDAM Gambar 1. Blok diagram pengolahan air di PDAM Pada permasalahan di atas, hanya bagian filter yang khusus akan dibahas. Filter dalam hal ini merupakan proses terakhir dalam pengolahan air dan berfungsi sebagai penyaring kotoran dan menjernihkan air.Filter perlu dilakukan pencucian untuk menjaga keluaran dari filter tetap jernih dan kotoran yang melekat pada tiap level filter dapat di buang dengan mendorong air dari bawah filter. Metode pencucian filter yang kini digunakan pihak PDAM yaitu secara penjadwalan dengan durasi 2 jam secara bergiliran antar filter (jumlah filter ada 12) kurang maksimal karena belum tentu dalam durasi 2 jam tersebut filter belum tentu output yang di hasilkan filter sudah tidak jernih ataupun kotoran yang melekat tidak banyak. Oleh karena itu, perlu ditambahkan sebuah sistem yang mengatur jadwal pencucian air. Untuk itu akan dicoba menggunakan sistem yang berbasis SCADA yang menggunakan PLC (dengan vendor Modicon Schneider) dan penggunaan logika fuzzy sebagai pengambilan keputusan dalam menentukan waktu pencucian. 2. Kualitas Air Kualitas air keluaran dari PDAM mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor: 907/MENKES / SK/VII/2002, tanggal : 29 Juli 2002 Tabel 1. Standard air minum