EKSPERIMEN TEKNIK DAN MEDIA KONVENSIONAL UNTUK PARA ILLUSTRATOR AMATIR D. Adikara Rachman Program Studi Desain Komunikasi Visual, FSRD – Universitas Trisakti, Jl. Kyai Tapa No. 1 Jakarta E-mail: adikara.rachman@sacredbridge.org ABSTRAK Saat ini teknik illustrasi mengalami perubahan konsepsi dari konvensional ke digital. Di banyak kalangan illustrator amatir, paling tidak di Jakarta, beranggapan bahwa digital di pandang sebagai pencapaian teknik yang mutakhir yang mampu menjawab tuntutan keartistikan. Perubahan itu telah meninggalkan proses kerja manual karena software dalam metode digital memiliki fitur yang integrative. Sementara cara konvensional memerlukan sejumlah prasyarat seperti skill, penguasaan teknis, penyiapan media, studio, dan peralatan. Semuanya terpisah dalam unit berbeda yang harus di organisasi oleh illustratornya. Di tengah kondisi ketergantungan kepada teknik digital, pelatihan teknik dan media konvensional dengan metode eksperimental menjadi krusial untuk kembali dikenalkan kepada peserta pelatihan yang dilaksanakan di Kampus A Universitas Trisakti, supaya peserta memiliki kemampuan multi teknik yang proporsional, dan kelak dapat dijadikan suatu potensi estetik dan bernilai ekonomi. Kata kunci: Eksperimen, Teknik dan Media, Konvensional. ABSTRACT Recently illustration technique is changing conceptions from conventional to digital. Many illustrators amateur, at least at Jakarta, assume that digital viewed as the achievement of cutting – edge technique that is able to answer the demands of artistic. The change has left the work process manual for the software in the digital method has integrative features. While the conventional way need a number of prerequisites such as skill, technical mastery, preparing medium, studio, and tools. All of those are separate units that must be organized by illustrator. Amid the reliance on digital technique, training techniques and conventional medium with experimental method is a crucial to be acquainted to participants that held at Campus A Trisakti University, so that they have ability to multi technique proportionately, and can later be used as a potential aesthetic and economic value. Keywords: Experiment, Technique and Media, Conventional. A. PENDAHULUAN Di Indonesia khususnya di Jakarta, aktifitas illustrasi yang basisnya studio telah mengalami suatu perubahan yang signifikan. Salah satu perubahan yang diidentifikasi adalah teknik illustrasi digital yang dimulai tahun 2000 yang menggunakan perangkat lunak Adobe. Di Barat digital dikenalkan diberbagai perguruan tinggi seni rupa dan desain sebagai New Media, Interactive Art dan sejumlah istilah lainnya (Tribe, Janna, 2007). Hingga sekarang teknik digital menjadi pilihan mayoritas illustrator khususnya yang tersub- ordinasi dengan dunia komersial. Ketergantungan pada perangkat lunak tersebut pada akhirnya berdampak pada melemahnya kemampuan kerja manual yaitu berkurangnya kepekaan manual untuk menggunakan teknik dan media konvensional. Penggunaan media digital apabila dilihat dari sudut pandang teknologi sebagai suatu gratifikasi teknologi termasuk dalam dunia kerja yang tidak dapat dihindari (Karman, 2013).