86 PENGGUNAAN PERLAKUAN ANESTESI TERHADAP MASA SIUMAN IKAN MAS (Cyprinus carpio Linn.) Sri Sukari Agustina Staf Pengajar Fakultas Perikanan UNISMUH Luwuk Kabupaten Banggai Email : asrisukari@yahoo.com Abstrak Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis penggunaan perlakuan anestesi terhadap masa siuman ikan mas (Cyprinus carpio Linn.). Penelitian ini dilaksanakan pada akhir bulan Mei sampai awal Juni 2012 di laboratorium Stasiun Karantina Ikan Kelas II Luwuk Banggai.Sedangkan hewan uji yang dijadikan sampel diambil dari Balai Benih Ikan Toili Kabupaten Banggai dengan ukuran 10-20 gram. Penelitian ini terdiri atas 3 perlakuan anestesi, yaitu perlakuan A (penggunaan quinaldine 1 cc/10L), perlakuan B (penggunaan suhu 8 o C) dan perlakuan C (penggunaan quinaldine 1 cc/10L dan suhu 8 o C). Masa siuman diukur atau diamati pada saat setelah ikan pingsan sampai kondisi ikan menjadi siuman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perlakuan anestesi teehadap masa siuman ikan mas yang terbaik adalah penggabungan penggunaan quinaldine 1 cc/10L dan penggunaan suhu suhu 8 0 C. Kata kunci: anestesi, masa siuman, ikan mas PENDAHULUAN Dewasa ini, permintaan konsumen akan komoditas perikanan dalam bentuk hidup dirasakan semakin besar dan berkembang, terutama untuk jenis-jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi seperti lobster, udang, ikan karang dan beberapa jenis ikan air tawar. Salah satu jenis ikan air tawar yang menjadi andalan komoditas perikanan masyarakat dalam bentuk hidup yang semakin meningkat dan berkembang, baik untuk konsumsi lokal, regional, maupun peluang untuk tujuan ekspor adalah ikan mas (Cyprinus carpio Linn). Hal ini sejalan dengan potensi dan sumberdaya ikan tersebut yang terus berkembang, baik dalam produksi maupun area kolam budidayanya. Persaingan perdagangan ikan mas di pasar lokal maupun regional dirasakan semakin keras dan ketat, persaingan ini akan terus meningkat pada tahun mendatang. Dalam rangka meningkatkan daya saing perdagangan tersebut, berbagai tindakan telah dilakukan diantaranya adalah perubahan transportasi dan perdagangan ikan dalam bentuk segar mati menjadi dalam bentuk segar dan hidup. Perdagangan ikan dalam bentuk segar dan hidup memerlukan teknologi yang sesuai dan tepat dengan tuntutan komoditi, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah pembiusan terhadap ikan mas pada saat transportasi. Pembiusan ini diharapkan akan mengurangi resiko kematian yang tinggi, dan efesien. Salah satu metode yang digunakan yaitu penggunaan suhu rendah dan bahan anti metabolik. Metode ini digunakan pada ikan hidup yang dibuat dalam kondisi terbius sebelum dikemas dan ditransportasi (Berka, 1986). Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji dan menganalisis penggunaan perbedaan perlakuan anestesi terhadap masa siuman ikan mas (Cyprinus carpio Linn.).