Jurnal Sketsa Bisnis Vol. 3 No. 2 Desember 2016 Page 24 iBM TEKNOLOGI PEMBUATAN PULI LELE SEHAT UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA IBU PKK DI DESA WONOREJO PASURUAN Ernawati 1) , Idah Lumhatul Fuad 2) 1 Fakultas Pertanian, Universitas Yudharta Pasuruan email : ernawati.hariyadi@yahoo.com 2 Fakultas Pertanian, Universitas Yudharta Pasuruan email : ilumfuad@yudharta.ac.id ABSTRAK Program pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu dharma atau tugas pokok perguruan tinggi di Indonesia, di samping dharma pendidikan dan dharma penelitian. Dengan dilaksanakannya dharma pengabdian kepada masyarakat, diharapkan selalu ada keterkaitan, bahkan kebersamaan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Salah satunya kegiatan pengabdian yang dilakukan di Desa Madurejo Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan. Madurejo merupakan salah satu dusun yang terdapat di Desa Wonorejo dimana sebagain besar masyarakatnya bertani sehingga pada periode tertentu tidak memiliki kegiatan atau pengangguran. Mengingat distribusi pekerjaan di bidang pertanian yang tidak merata sepanjang musim. Disela-sela waktu senggang, ada beberapa kaum ibu yang membuat kerupuk puli dari sisa nasi konsumsi keluarga. Kerupuk puli tersebut biasa disebut juga dengan kerupuk gendar. Kerupuk yang dihasilkan mempunyai rasa yang cukup enak. Sayangnya, kerupuk puli itu jika ditinjau dari segi kesehatan kurang baik karena dalam pengolahannya menggunakan bleng atau disebut juga boraks. Ketrampilan ibu-ibu di daerah tersebut dalam membuat kerupuk puli perlu diarahkan dengan penerapan teknologi pengolahan di bidang pangan dan perikanan yaitu membuat kerupuk puli yang bebas boraks dan disubstitusi dengan ikan lele. Sebagai pengganti boraks ditambahkan tepung tapioka, sehingga kerupuk tersebut sehat, murah dan aman untuk dikonsumsi. Adapun pelaksanaan program ini diharapkan Mampu melakukan Sebagai berikut : 1) Kemitraaan dalam meningkatkan produktifitasnya, 2) melakukan hasil Pelatihan oleh mitra dan masyarakat , 3) mampu memanfaatkan alat teknologi tepat guna, 4) meningkatkan pemahaman mitra mengenai manajemen sumberdaya manusia, manajemen keuangan dan pemasaran dan 5) mampu menerapkan secara bertahap dalam mengelola keuangan rumah tangga. Keywords : Pengabdian, Teknologi tepat Guna, Kemitraan 1. PENDAHULUAN Desa Wonorejo terletak di wilayah Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan yang memiliki potensi di bidang pertanian, karena tanahnya subur dan sumber airnya cukup melimpah. Wilayah desa Wonorejo tidak terlalu luas yaitu ± 192 Ha. Sebagian besar penduduk hidup dari bertani, menanam hasil pertanian di lahan milik sendiri atau menjadi buruh tani di lahan orang lain. Madurejo merupakan salah satu dusun yang terdapat di Desa Wonorejo dimana sebagain besar masyarakatnya bertani sehingga pada periode tertentu tidak memiliki kegiatan atau pengangguran. Mengingat distribusi pekerjaan di bidang pertanian yang tidak merata sepanjang musim. Masyarakat Dusun Madurejo umumnya kurang peduli terhadap perkembangan teknologi. Kaum ibu di Dusun Madurejo kebanyakan adalah ibu rumah tangga biasa dan tidak mempunyai kegiatan sampingan. Setelah mereka mengerjakan tugas rutin di rumah, selebihnya mereka menganggur dan mengobrol dengan tetangga kadang bergosip yang kurang ada manfaatnya. Ditinjau dari aspek religi, kebiasaan ini kurang baik karena agama melarang bergunjing dan menjelekkan orang lain. Disamping itu agama menganjurkan setiap umatnya untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya supaya tidak bersifat mudlorot (sesuatu yang tidak memberi manfaat). Disela-sela waktu senggang, ada beberapa kaum ibu yang membuat kerupuk puli dari sisa nasi konsumsi keluarga. Kerupuk puli tersebut biasa disebut juga dengan kerupuk gendar. Kerupuk yang dihasilkan mempunyai