PENGARUH MODEL LATIHAN DENGAN PERMAINAN LEMPAR DAN TANGKAP BOLA TERHADAP PENINGKATAN GERAK DASAR MANIPULATIF ANAK TUNADAKSA SEDANG KELAS V DI SDLB NEGERI KEDUNG KANDANG KOTA MALANG Luthfi Hidayat Tulloh Fakultas Ilmu Keolahragaan, Jurusan Ilmu Keolahragaan Universias Negeri Malang Jalan Semarang No.5 Malang Email: luthfi.fik.um@gmail.com Slamet Raharjo Fakultas Ilmu Keolahragaan, Jurusan Ilmu Keolahragaan Universits Negeri Malang Jalan Semarang No.5 Malang Email: slamet.Raharjo.fik@um.ac.id Sapto Adi Fakultas Ilmu Keolahragaan, Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang Jalan Semarang No.5 Malang Email: sapto.adi.fik@um.ac.id Abstract: The influence of the model of throwing and catching game training on improving the basic manipulative motion of children with disability while in grade V in SDLB N Kedung Kandang Malang, is a study aimed to know the model of game exercises given to the improvement of basic motion of throwing and tank manipulative. This research is a kind of quasi-experimental research using single subject research (SSR) method. To obtain valid results the researcher uses a power test instrument, precision test, endurance test. Keywords: game model, disability, throw and catch Anak berkebutuhan khusus merupakan seorang anak yang memerlukan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan hambatan belajar dan kebutuhan masing-masing anak secara individual. (Maftuhatin, 2014); 202) menyatakan bahwa “anak berkebutuhan khusus di antaranya anak berkelainan yakni mereka yang mengalami penyimpangan atau perbedaan secara signifikan dari keadaan orang pada umumnya (rata- rata), sehingga mereka membutuhkan pelayanan pendidikan secara khusus agar mereka dapat me-ngembangkan potensinya secara optimal. Masalah perkembangan gerak motorik anak adalah masalah yang paling umum terjadi pada anak ABK khususnya tunadaksa. Tujuan dari pendidikan jasmani adaptif bagi anak berkebutuhan khusus adalah untuk meningkatkan pertumbuhan dan per- kembangan jasmani, keterampilan gerak, sosial, dan intelektual (krisdana 2013); 368). Gerak yang perlu diperhatikan untuk anak berkebutuhan khusus salah satunya adalah gerak motorik. (Merisya, 2004); 455) mengatakan bahwa motorik halus adalah kemampuan anaka dalam berkatifitas dengan mmenggunakan otot-otot halus (kecil) seperti menulis, meremas, menggengam, meng- brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Portal Jurnal Elektronik Universitas Negeri Malang