PERSEPSI INDIVIDU TERHADAP EFEKTIVITAS TRAINING DALAM MENINGKATKAN KINERJA Tika Bisono 1) , dan Ahmad Rifa’i 2) Fakultas Psikologi, Universitas Mercubuana Email : tikabisono@yahoo.com 1) dan reve.ahmad.associate@gmail.com 2) Abstract Human works to meet both the needs of its physiological and psychological needs. In their work, every job has a different occupational risk. A work on manufacturing companies that use technology and machines expose the worker to health and safety risk. This study aims to describe the motivation in the process of fnding the meaning of life of the workers who have a physical disability due to work accidents. The theory used is Motivation Humanistic theory and the Meaning of Life from logotherapy fow developed by Victor E. Frankl. The subject of research as many as three people. The research approach was a qualitative approach, the research method used was in-depth interviews and observation. The results showed motivation in the process of fnding the meaning of life can be seen from the subjects’ intrinsic motivation and extrinsic motivation, as well as the level of demand (hirarchy of needs) that vary between subjects. The process of fnding the meaning of life each subject through the tragic experience (stage suffering), self-acceptance, and the process of fnding the meaning of life. Subjects A, B and C have to get the meaning behind the tragic events, and have tohad the wisdom behind the tragic events that they experienced. Subjects A and B have found their meaning of life, while the subject of C haven’t fnd his meaning of life. Subjects A and B have set goals, both short term and long term, only the subject C set short-term goals. Keywords: physical disability, motivation, and meaning of life. Abstrak Manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik kebutuhan fsiologis maupun kebutuhan yang sifatnya psikologis. Dalam bekerja, setiap pekerjaan memiliki resiko akibat kerja yang berbeda-beda. Bekerja pada perusahaan manufaktur yang menggunakan teknologi dan mesin memiliki resiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran motivasi dalam proses pencarian makna hidup pekerja yang mengalami cacat fsik akibat kecelakaan kerja. Teori yang digunakan adalah teori Motivasi Humanistik dan Makna Hidup dari aliran Logoterapi yang dikembangkan oleh Victor E. Frankl. Subyek penelitian sebanyak tiga orang. Pendekatan penelitian adalah menggunakan pendekatan kualitatif, metode penelitian yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukan motivasi dalam proses pencarian makna hidup subyek dapat dilihat dari motivasi intrinsik maupun motivasi ekstrinsik, serta tingkat kebutuhan (hirarchy of needs) yang berbeda-beda antar subyek. Proses pencarian makna hidup setiap subyek melalui pengalaman tragis (tahap penderitaan), penerimaan diri, dan tahap menemukan makna hidup. Subyek A, B dan C telah mendapatkan makna dibalik peristiwa tragis, dan telah memiliki hikmah dibalik peristiwa tragis yang mereka alami. Subyek A dan B telah menemukan makna hidupnya, sedangkan subyek C belum menemukan makna hidupnya. Subyek A dan B telah menetapkan tujuan, baik jangka panjang dan jangka pendek, hanya subyek C yang baru menetapkan tujuan jangka pendek saja. Kata kunci: cacat fsik, motivasi, dan makna hidup. 88 PENDAHULUAN Manusia bekerja adalah untuk mencukupi kebutuhan hidup. Baik kebutuhan yang sifatnya biologis maupun yang sifatnya psikologis. Pada tahap pertama, seseorang bekerja adalah untuk mendapatkan uang yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan fsiologis. Menurut Abraham H. Maslow, bahwa kebutuhan dasar harus dipenuhi sebelum kebutuhan yang lebih tinggi muncul. Maslow (dalam King, 2010:86) menyatakan bahwa kebutuhan utama individu dipenuhi dalam urutan tertentu: kebutuhan fsiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa cinta dan penerimaan, kebutuhan akan harga diri, dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Akan tetapi dalam bekerja, setiap pekerjaan selalu mengandung potensi resiko bahaya dalam bentuk kecelakaan kerja. Besarnya potensi kecelakaan dan penyakit kerja tersebut tergantung dari jenis produksi, teknologi yang dipakai, bahan yang digunakan, tata ruang dan lingkungan bangunan serta kualitas manajemen dan tenaga-tenaga pelaksana (Infodatin, 2015:2).