Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat III Universitas PGRI Ronggolawe Tuban Tuban, 29 September 2018 PRINT ISSN: 2580-3913; ONLINE ISSN: 2580-3921 Tema: Peningkatan Kapasitas Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Menuju Revolusi Industri 4.0 SISTEM PENDUDKUNG KEPUTUSAN MENENTUKAN WARGA PENERIMA KARTU INDONESIA SEHAT (KIS) MENGGUNAKAN METODE ELECTRE Agus Nafiuddin 1 , Andik Adi Suryanto 2 , Suprapto³ ˡUniversitas PGRI Ronggolawe, ²Universitas PGRI Ronggolawe, ³Universitas PGRI Ronggolawe ˡnafiuddin_agus@yahoo.com, 2 andikadisuryanto@gmail.com, 3 praptoeagle@gmail.com Abstrak Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan salah satu kartu jaminan kesehatan untuk penduduk miskin, dimana setiap individu warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan termasuk masyarakat miskin. Program KIS ini, masih ada masalahan yang perlu dibenahi, salah satunya dalam hal penentuan peserta KIS. Karena saat ini banyak KIS yang dinilai tidak tepat sasaran, dimana masih banyak orang yang seharusnya berhak, justru tidak mendapatkan KIS, begitu juga sebaliknya. Oleh karenanya, guna membantu mempercepat dan mempermudah serta mengurangi subjektifitas di dalam proses pengambilan keputusan penentuan peserta KIS, maka diperlukan suatu sistem pendukung keputusan yang bertujuan untuk membantu pengambil keputusan memilih berbagai alternatif keputusan yang merupakan hasil pengolahan informasi yang diperoleh atau tersedia dengan menggunakan metode Elimination Et Choix Traduisant la Realité (ELECTRE). Penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi untuk membantu petugas dalam menentukan warga penerima kartu indonesia sehat dengan pengentrian data dari calon penerima kemudian data diproses menggunakan metode ELECTRE sehingga menghasilkan rekomendasi daftar nama calon penerima KIS. Kata Kunci : Kartu Indonesia Sehat (KIS); Electre; Sistem Pendukung Keputusan. PENDAHULUAN Kartu Indonesia Sehat atau yang sering disingkat dengan KIS merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjamin akses penduduk miskin terhadap pelayanan kesehatan, sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 H, yang menetapkan bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap individu dan semua warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan termasuk masyarakat miskin. Seiring keberhasilan yang telah dicapai pada program KIS ini, masih ada permasalahan yang perlu dibenahi, salah satunya dalam hal penentuan peserta KIS itu sendiri. Karena saat ini banyak KIS yang dinilai tidak tepat sasaran, dimana masih banyak orang yang seharusnya berhak, justru tidak mendapatkan KIS tersebut, begitu juga sebaliknya. Selama ini kepesertaan KIS ditetapkan langsung oleh Pemerintah Daerah. Hal ini berdampak adanya subjektifitas di dalam penentuan peserta KIS, terutama jika beberapa calon peserta yang ada memiliki tingkat kelayakan yang tidak jauh berbeda. Fakta di atas merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh pemerintah saat ini. Oleh karenanya, guna membantu mempercepat dan mempermudah serta mengurangi subjektifitas di dalam proses pengambilan keputusan penentuan peserta KIS, diperlukan suatu bentuk sistem pendukung keputusan (Decision Support System). Tujuannya adalah untuk membantu pengambil keputusan memilih berbagai alternatif keputusan yang merupakan hasil pengolahan informasi yang diperoleh atau tersedia dengan menggunakan metode-metode pengambilan keputusan. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode Elimination Et Choix Traduisant la Realité (ELECTRE). Metode ELECTRE ini dipilih karena merupakan metode pengambilan keputusan multikriteria berdasarkan pada konsep outranking dengan menggunakan perbandingan berpasangan dari alternatif-alternatif berdasarkan setiap kriteria yang sesuai, dalam hal ini alternatif yang dimaksud adalah yang berhak menjadi peserta KIS berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan. Apabila proses pengambilan keputusan tersebut dibantu oleh sebuah sistem pendukung keputusan yang terkomputerisasi, subjektifitas dalam pengambilan keputusan diharapkan bisa dikurangidan diganti dengan pelaksanaan seluruh kriteria bagi calon peserta KIS. Dengan demikian hanya peserta yang benar-benar layaklah yang diharapkan akan terpilih. Namun demikian dalam sistem ini yang memegang peranan penting adalah pengambil keputusan