Volume 5 Nomor 2 Ed. Desember 2019 : page 139-152 p-ISSN: 2460-805X e-ISSN : 2550-0295 DOI : 10.24252/iqtisaduna.v5i2.10701 139 Whistleblowing Intention Sebagai Bagian Dari Etika Islam Ditinjau Dari Intensitas Moral, Orientasi Etika Relativisme dan Religiusitas Indriyana Puspitosari IAIN Surakarta Jl. Pandawa Pucangan Kartasura Sukoharjo E-mail : indriyana.iainska@gmail.com Diterima: 10 Oktober 2019; Direvisi: 17 Desember 2019; Diterbitkan: 18 Desember 2019 Abstrak, Pelanggaran dapat terjadi pada setiap organisasi. Ketika seorang individu mengetahui pelanggaran tersebut, ada pilihan bagi individu tersebut untuk membiarkannya atau melaporkannya. Keinginan individu tersebut untuk melaporkan pelanggaran dapat dipengaruhi oleh faktor yang terkait dengan dirinya sendiri, organisasi dan lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji faktor dari diri individu pada niatnya untuk melaporkan pelanggaran yang terdiri dari faktor orientasi etika relativisme, intensitas moral dan religiusitas. Obyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Akuntansi Syariah IAIN Surakarta. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel orientasi etika dan religiusitas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keinginan untuk melaporkan pelanggaran. Sedangkan variabel intensitas moral tidak berpengaruh terhadap keinginan untuk melaporkan pelanggaran. Kata kunci: intens whistleblowing, orientasi etika relativisme, intensitas moral, religiusitas Abstract, Wrongdoing can occur in every organization. When an individual knows the wrongdoing, there is an option for the individual to leave it or report it. The individual's intention to report a wrongdoing can be influenced by factors related to themself, organization and environment. The purpose of this study is to examine the factors in their intention to report violations which consist of ethical orientation factors of relativism, moral intensity and religiosity. The object in this study is IAIN Surakarta Accounting students.The results of this study indicate that the variables of ethical orientation and religiousity have a significant influence on the intention to report wrongdoing. While the moral intensity variable does not affect the whistleblowing intentions. Keywords: whistleblowing intention, ethical orientation of relativism, moral intensity, religiosity PENDAHULUAN Whistleblowing didefinisikan sebagai proses pelaporan oleh anggota organisasi baik yang aktif maupun tidak aktif mengenai tindakan yang salah, ilegal atau tidak etis kepada pihak di dalam dan di luar organisasi yang memiliki kekuatan untuk mengambil tindakan (Near & Miceli, 1985). Pelaporan ini biasanya bersifat rahasia. Pelaporan pelanggaran biasanya disebabkan oleh ketidakpuasan seseorang terhadap terjadinya kesalahan dalam organisasi di mana dia berada. Keputusan anggota organisasi untuk melaporkan pelanggaran