V13 N2 eISSN 2477-6041 artikel 19, pp. 503 – 512, 2022 Corresponding Author: samuel@ft.undip.ac.id DOI: https://doi.org/10.21776/jrm.v13i2.1085 Received on: November 2021 Accepted on: June 2022 503 Samuel Dosen Universitas Diponegoro Departemen Teknik Perkapalan samuel@ft.undip.ac.id Binart Reynaldo Pardosi Mahasiswa Universitas Diponegoro Departemen Teknik Perkapalan samuel@ft.undip.ac.id STUDI PERANCANGAN KAPAL FERRY RO-RO MODEL KATAMARAN DI PERAIRAN DANAU TOBA Samosir is an island in North Sumatra which is used as a tourist destination because of the beauty of its lake. Crossing to the island of Samosir requires a ship as sea transportation. Based on data from the Ministry of Transportation, Ajibata Port, the process of crossing vehicles on holidays has been delayed due to a surge in passengers during the high season. The purpose of this research is to design/plan a ship to overcome the accumulation of the number of vehicles in the high season. The method used is the comparison ship method. The number of comparison ships is ten ships of the same type and has met the design criteria as a reference in determining the main size of the new ship. Determination of resistance on this catamaran ferry using the Computational Fluid Dynamics (CFD) method. The way CFD works is using the Navier-Stokes equation to describe the turbulence model with k-ε using multiphase water and air flows. The stability analysis was based on the conditions of the four different compartments following the IMO requirements. The motion analysis was based on the wave height on Lake Toba following the 1987 NORDFORSK rules. The results of the ro-ro ferry design resulted in the main dimensions of the LPP being 49.26 m long, 14.32 m wide, 2.4 m laden, and 4 m high. 9 m, Cb demihull 0.54 and a speed of 11 knots. The resistance value generated using CFD simulation is 68.8 KN. Based on the resistance value, two main engines of 253.3 HP are used. Keywords: Lake Toba, Design, CFD, Ferry 1. PENDAHULUAN Kapal fery di Danau Toba masih terbilang kurang. Hal ini menyebabkan lonjakan antrian kendaraan yang masuk atau keluar daerah Samosir pada akhir tahun terbilang banyak yang menyebabkan kemacetan di sepanjang jalan. Jumlah kendaraan yang diangkut oleh kapal KMP. Ihan Batak pada bulan Desember 2020 (Tabel 1) mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu 4964[1]. Jumlah kendaraan meningkat menjelang hari libur. Hal ini berdampak pada antrian panjang di area pelabuhan maupun di luar area pelabuhan yang meyebabkan terganggunya pengguna jalan karena penggunaan area jalan sebagai lahan antrian parkir. Berdasarkan data Kemenhub, jumlah rata-rata kendaraan yang melakukan penyeberangan mulai tanggal 24 sampai 31 Januari 2020 adalah 280 [1]. Kapasitas muatan kapal ferry Ihan Batak mampu menyeberangkan kendaraan sebanyak 128 dalam sehari. Jumlah sisa kendaraan yang mengantri di pelabuhan Ajibata pada hari normal didapatkan dari selisih antara hasil dari rata-rata peningkatan jumlah kendaraan yang signifikan dengan kapasitas total kapal ferry Ihan Batak yaitu 152 kendaraan. Kapal yang akan didesain pada hari normal beroperasi sebanyak empat kali dalam sehari. Berdasarkan hasil analisa, jumlah kapal dan kapasitas kendaraan yang direncanakan adalah satu kapal dengan kapasitas 38 kendaraan. Kapal yang direncanakan memiliki luas geladak yang lebih luas sehingga dapat memuat kapasitas kendaraan yang direncanakan. Kapal yang akan didesain bertipe lambung katamaran. Kapal ferry ro-ro dengan tipe monohull memiliki kekurangan bila dibandingkan dengan tipe katamaran sehingga dalam operasionalnya akan kurang fungsional, efektif, dan efisien. Kekurangan tersebut yaitu pada saat peak season (lebaran, natal & tahun baru) jumlah penumpang dan kendaraan membludak dan sebagian penumpang tidak dapat terangkut.