Jurnal Sipil Statik Vol.8 No.4 Juli 2020 (519-532) ISSN: 2337-6732 519 PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG DENGAN DENAH BANGUNAN BERBENTUK “L” Ni Wayan Mira Theresilia Lamia Ronny E. Pandaleke, Banu Dwi Handono Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Sam Ratulangi Manado email: miralamia.ml@gmail.com ABSTRAK Perencanaan struktur bangunan tahan gempa sangat penting di Indonesia yang mempunyai tingkat resiko kegempaan yang tinggi. Struktur gedung bertingkat dengan bentuk tidak beraturan, atau asimetris memiliki titik berat yang tidak berada tepat di tengah bangunan, yang dapat menimbulkan efek yang cukup besar jika bangunan menerima beban horizontal seperti gempa. Struktur gedung yang direncanakan adalah struktur beton bertulang dengan denah bangunan berbentuk “L” yang merupakan bangunan bertingkat 4 lantai. Panjang bangunan 36,00 m, lebar 26,00 m, dan tinggi 19,00 m. Lokasinya berada di Kota Manado, Sulawesi Utara, dengan nilai S DS dan S D1 adalah sebesar 0.751 dan 0.459. Jenis tanah adalah jenis tanah sedang, dimana termasuk didalam kategori desain seisimik D. Perenncanaan komponen struktur menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Komponen struktur yang akan direncanakan terdiri dari komponen struktur atas yaitu balok, kolom dan pelat serta komponen struktur bawah yaitu pondasi. Perhitungan beban mati dan beban hidup mengikuti persyaratan dari SNI 1727-2013. Beban gempa dianalisis secara dinamis menggunakan analisis ragam spektrum respon. Beban angin mengikuti persyaratan dari SNI 1726-2012. Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung mengikuti persyaratan dari SNI 2847:2013. Pemodelan dan analisis struktur menggunakan bantuan Software ETABS. Berdasarkan hasil analisis, desain, dan kontrol terhadap struktur gedung beton bertulang yang mengalami ketidakberaturan struktur telah memenuhi persyaratan. Komponen struktur dengan penulangannya dapat menahan gaya lentur dan gaya geser yang bekerja pada penampang, dan telah mengikuti persyaratan pendetailan dalam SRPMK untuk mendapatkan struktur yang bersifat daktail. Sehingga untuk persyaratan perencanaan bangunan menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus telah terpenuhi. Kata kunci: Perencanaan, Struktur, Beton Bertulang, Ketidakberaturan, SRPMK, ETABS PENDAHULUAN Latar Belakang Pembangunan di Indonesia saat ini mengalami perkembangan dengan sangat pesat, dengan berkembangnya teknologi dalam bidang konstruksi, untuk memenuhi aspek estetika bangunan dan akibat keterbatasan lahan, maka direncanakan konstruksi gedung menjadi bertingkat, dan tidak hanya didesain dengan struktur beraturan berbentuk persegi maupun persegi panjang, juga didesain dengan bentuk tidak beraturan. Dimana bentuk bangunan yang tidak beraturan atau asimetris memiliki titik berat yang letaknya tidak berada tepat di tengah bangunan, hal ini dapat menimbulkan efek yang cukup besar jika bangunan menerima beban horizontal seperti gempa. Dimana peraturan perencanaan ketahanan gempa SNI 1726-2012 diatur mengenai ketidakberaturan struktur, yang terdiri dari ketidakberaturan Horizontal dan Vertikal. Untuk Denah Bangunan berbentuk “L” merupakan struktur bangunan yang memiliki sudut dalam, sehingga termasuk salah satu konfigurasi bangunan yang tidak beraturan. Permasalahan yang harus dihadapi yaitu permasalahan bencana gempa bumi yang sering terjadi, gempa adalah salah satu fenomena alam yang tidak dapat kita hindari atau tidak dapat dicegah. Kemunculan peristiwa gempa sangatlah sulit untuk diprediksi secara akurat. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki risiko tinggi terhadap kejadian gempa bumi, hal ini sebagai akibat dari posisi Indonesia yang berada di cincin api pasifik (ring of fire) dan terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama yang mengelilingi