Koleksi Audio- Visual Sebagai Alat Promosi Budaya 1 Koleksi Audio- Visual Sebagai Alat Promosi Budaya: Studi Kasus Perpustakaan Korean Culture Center Abdi Mubarak Syam, S.Pd.I, M.Hum Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan Estate, 20371 - Medan Email: abdisyamabdisyam@gmail.com Abstrak Artikel ini membahas tentang koleksi audio-visual sebagai alat promosi budaya di perpustakaan Korean Culture Center (KCC). Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Metode studi kasus digunakan untuk mengetahui bagaimana koleksi audio-visual menjadi alat promosi budaya di perpustakaan Korea Culture Center (KCC). Koleksi audio-visual di perpustakaan bertambah fungsi bukan hanya sebagai pemberi informasi untuk pembelajaran atau penelitian, tetapi juga menjadi alat promosi budaya. Itu terjadi di perpustakaan kedutaan besar di tiap-tiap negara, misalnya saja di perpustakaan KCC di Jakarta. Perpustakaan KCC menjadikan koleksi audio-visual sebagai sarana promosi budaya negara mereka melalui koleksi drama korea atau musik-musik korea. Kata kunci: perpustakaan KCC, audio-visual, promosi budaya Abstract This article discusses the collection of audio-visual as a tool of cultural promotion in Korean Culture Center (KCC) library. This tyoe of research is qualitative research using the case study method. The case study method is used to determine how the audio-visual collection becomes a tool of cultural promotion in KCC library. Audio-visual collections in library increased function not only as a conduit of information for teaching or research, but also a tool of cultural promotion. It happened in the library embassies in each country, such as in the KCC library in Jakarta. KCC library makes audio-visual collections as s tool of cultural promotion of their country through the collection of Korean drama or Korean music. Keywords: KCC library, audio-visual, cultural promotion. PENDAHULUAN Perpustakaan dewasa ini telah banyak mengalami perkembangan. Perkembangan perpustakaan telah banyak dipengaruhi oleh perkembangan multimedia. Perpustakaan sebagai salah satu “aktor” yang berperan dalam pengadaan, pengolahan, pendistribusian informasi mau tidak mau harus berhadapan dengan multimedia. Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa perpustakaan tanpa sentuhan multimedia seperti gudang buku kuno dan tidak berkembang. Perpustakaan memakai jasa multimedia adalah untuk mentransfer informasi. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by E-Journal Universitas Islam Negeri Sumatera Utara