PERANCANGAN MEDIA PENUNJANG PEMBELAJARAN PUPUH BAGI SISWA SMP DESIGN OF SUPPORTING MEDIA FOR LEARNING PUPUH FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Wildan Gustia Prodi S1 Desain Komunikasi Visual, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom wege17@gmail.com Abstrak Indonesia memiliki banyak sekali keberagaman budaya , salah satunya yaitu karya sastra. Karya sastra yang muncul merefleksikan situasi sosial dari masyarakat yang menciptakannya. Contohnya pada saat sebagian wilayah Sunda dijajah oleh mataram pada awal abad ke- 17, bentuk karya sastra sunda dipengaruhi oleh kesusastraan dan kebudayaan Jawa. Salah satu contoh karya sastra sunda yang dipengaruhi kebudayaan jawa adalah pupuh. Seiring perkembangan zaman, pupuh menjadi materi pelajaran pada muatan lokal di sekolah tingkat dasar dan menengah pertama. Namun, perkembangan media pembelajaran yang lambat dan kurangnya penggunaan bahasa sunda pada kehidupan sehari-hari membuat siswa kesulitan untuk memahami isi cerita dan aturan dari suatu pupuh. Berdasarkan data yang diperoleh dari metode yaitu wawancara, observasi dan stud i pustaka, diperlukan media penunjang pembelajaran yang dapat membatu siswa untuk lebih mudah memahami atuaran dan isi cerita dari suatu pupuh. Cara yang akan dilakukan yaitu dengan membuat aplikasi penunjang pembelajaran pupuh karena media ini dianggap cukup dekat dan disukai oleh siswa. Melalui aplikasi siswa dapat mendengarkan audio dari suatu pupuh dan melihat visualisasi dari pupuh tersebut. Pada akhirnya pupuh akan lebih mudah dipahami oleh siswa baik itu aturannya maupun isi cerita dari suatu pupuh yang disajikan. Kata Kunci : Aplikasi, Media Penunjang Pembelajaran, Sunda Abstract Indonesia has a lot of cultural diversity, i.e. literary work. Literary work that appears reflects the social situation of the people who created it. For example at a time when most of the Sunda region was colonized by mataram in the early 17th century, the form of Sundanese literature was influenced by literature and Javanese culture. One example of the Sundanese literature influenced by Javanese culture is a Pupuh. Over time, Pupuh became the subject matter on local content in elementary school and junior high school. However, the slow learning media development and the lack of the use of language in everyday life make students difficulty to understand the content of the pupuh and the rules of a pupuh. Based on data obtained from methods i.e. interview, observation and study library, required supporting media learning can grow students to more easily understand the contents and rules of pupuh. The way to do that is to make the mobile application of supporting learning pupuh because this media is considered fairly close and well liked by students. Through the applications students can listen to the audio of a pupuh and see a visualization of the pupuh. In the end the pupuh will be more easily understood by students either rules or contents of a pupuh are presented. Keyword: Aplication, Learning Media, Sunda 1. Pendahuluan 1. Latar Belakang Bahasa merupakan salah satu unsur kebudayaan universal. Bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar (Santoso, 1990:1). Bahasa yang ada di Indonesia sangat beragam, didalamnya terdapat bahasa nasional dan bahasa daerah. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa. Indonesia yang merupakan Negara yang terdiri dari beberapa suku memiliki bahasa daerah yang beragam. Bahasa Sunda digunakan oleh masyarakat Sunda yang umumnya terdapat di daerah Jawa Barat. Perkembangan masyarakat sunda pada masa ke masa melahirkan kesusastraan sunda. Pengaruh dari budaya luar ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.2, No.2 Agustus 2015 | Page 774 brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Open Library