Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi 20 (2) (2017) : 79 – 83 79 ISSN: 1410-8917 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi 20 (2) (2017) : 79 – 83 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Journal of Scientific and Applied Chemistry Journal homepage: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/ksa Pengaruh Variasi Waktu Hidrotermal terhadap Sintesis dan Karakterisasi Nanokristal Zeolit A dari Abu Sekam Padi Pungki Hanipa a , Pardoyo a* , Taslimah a , Arnelli a , dan Y. Astuti a a Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Jalan Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang 50275 * Corresponding author: pardoyoku@live.undip.ac.id Article Info Abstract Keywords: Rice husk, zeolite-A Rice husk is one of the by-products of rice mill. The amorphous silica extracted from rice husks can be utilized for the synthesis of zeolites. This study aimed to obtain nanocrystalline zeolite-A from rice husk ash and determine the character of the synthesized nanocrystalline zeolite-A product. The result of this research, it was obtained a white zeolite using hydrothermal method with hydrothermal time variation for 1, 2, and 3 days. The analysis using XRD showed that the three synthesized zeolites were zeolite A with the size of the crystal grain decreasing with increasing hydrothermal time which the size were 34,321; 34.21; and 34.144nm and the main peaks were at 2θ of 21°, 23°, 27°, 29° and 34 °. Analysis of surface morphology of synthetic zeolite showed that three synthesis zeolites had surface morphology in the form of cubes. Abstrak Kata kunci: Sekam padi, zeolite-A Sekam padi merupakan salah satu produk samping dari penggilingan padi. Silika amorf hasil ektraksi dari sekam padi dapat di manfaatkan untuk pembuatan zeolit. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nanokristal zeolit A dari abu sekam padi dan menentukan karakter dari produk nanokristal zeolit A hasil sintesis. Hasil dari penelitian ini adalah diperoleh zeolit berupa serbuk putih menggunakan metode hidrotermal dengan variasi waktu hidrotermal selama 1, 2, dan 3 hari. Analisis menggunakan XRD menunjukkan bahwa ketiga zeolit hasil sintesis merupakan zeolit A dengan ukuran bulir kristal semakin menurun dengan bertambahnya waktu hidrotermal di mana masing- masing ukurannya adalah 34,321; 34,21; dan 34,144nm dan puncak utama berada pada 2theta 21°, 23°, 27°, 29° dan 34°. Analisis morfologi permukaan zeolit sintesis menunjukkan ketiga zeolit sintesis memiliki morfologi permukaan berupa kubus. 1. Pendahuluan Sekam padi merupakan salah satu produk samping dari proses penggilingan padi. Namun pemanfaatan limbah sekam padi masih sangat terbatas, dan belum di manfaatkan secara optimal. Silika dapat diperoleh dari sekam padi karena pada proses pengabuan sekam padi di udara akan menghasilkan abu sekam padi yang bersifat amorf dan mengandung silika sebesar 87,9% [1]. Silika hasil ekstraksi dari sekam padi dapat digunakan sebagai sumber silika alternatif yang murah untuk bahan baku pembuatan zeolit. Zeolit merupakan aluminosilikat kristalin mikroporous dari aluminosilikat alkali yang memiliki struktur kerangka tiga dimensi terbuka yang dibangun oleh tetrahedral-tetrahedral SiO4 4- dan AlO4 5- dengan atom O sebagai penghubung antara atom Si dan Al dan bermuatan negatif, sehingga memerlukan kation untuk menjadi netral [2]. Jumlah ion penyeimbang yang banyak pada zeolit A disebabkan oleh kadar silika dengan perbandingan Si dengan Al sama dengan satu [3]. Nanoteknologi merupakan salah satu teknologi yang perlu dieksplorasi karena berpotensi memberikan