Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Hal. 14-23: ISSN Online: 2620-9896 Vol 5, No 1 (2022): Februari (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan) 14 Komparasi Kinerja Pencahayaan Dari Light Shelf Konvensional Dan Light Guiding Shelf di Gedung Bertingkat Tinggi Christy Vidiyanti 1 , Abraham Seno Bachrun 2 Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana Jakarta . Phone: 0215840816 Email: christy.vidiyanti@mercubuana.ac.id 1 , abraham.seno@mercubuana.ac.id 2 INFORMASI ARTIKEL Abstract: Daylight conditions in high-rise buildings have phenomenon that the side of the room that is close to the window have a high level of daylight, while the other side receives less daylight. The use of light shelf is still possible to be installed, but light shelf still have a minimum Useful Daylight Illuminance (UDI) value of 44%. This happens because the process of reflection on the light shelf occurs more than once. This study tries to design a light guiding shelf with the principle of reducing the amount of reflection so that the light received by the space is not reduced too much. This research will use the Sahid Sudirman Center as a case study building. The method used in this research is the experimental method. The hypothesis in this study is that buildings with light guiding shelf produce better and more uniform lighting quality than buildings with conventional light shelf. The data will be taken using the Dialux software to get data on the intensity of daylight on the building. The results showed that the conventional light shelf only had the best performance on uniformity of daylight at 12.00. While the light guiding shelf has the best performance on all criteria, that sDA350-6650, light uniformity, light contrast and DGP at 08.00 and 16.00. In addition to being able to meet the best daylighting quantity performance, the light guiding shelf is also able to produce good daylighting quality performance. So overall, light guiding shelf has better lighting performance than conventional light shelf, so the hypothesis in this study is accepted. Keywords: light guiding shelf; light shelf; daylighting; shading device; Dialux Abstrak: Kondisi pencahayaan alami di bangunan tinggi memiliki fenomena sisi ruang yang dekat dengan jendela menghasilkan tingkat pencahayaan alami yang sangat tinggi, sedangkan sisi ruang lainnya kurang menerima pencahayaan alami. Penggunaan light shelf masih memungkinkan dipasang, namun light shelf masih memiliki nilai Useful Daylight Illuminance (UDI) minimum sebesar 44%. Hal ini terjadi karena proses pemantulan pada light shelf terjadi lebih dari sekali. Penelitian ini mencoba merancang light shelf pengarah cahaya yang diberi nama light guiding shelf dengan prinsip mengurangi jumlah pemantulan sehingga cahaya yang diterima oleh ruang tidak banyak berkurang. Penelitian ini akan menggunakan Sahid Sudirman Center sebagai bangunan studi kasus. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Hipotesa pada penelitian ini adalah gedung dengan light guiding shelf menghasilkan kualitas pencahayaan yang lebih baik dan merata dibandingkan dengan gedung dengan light shelf konvensional. Data akan diambil menggunakan bantuan perangkat lunak Dialux untuk mendapatkan data intensitas cahaya matahari di gedung. Hasil penelitian menunjukan bahwa light shelf konvensional hanya memiliki kinerja terbaik pada keseragaman cahaya pada pukul 12.00. Sedangkan light guiding shelf memiliki kinerja terbaik pada keseluruhan kriteria yaitu sDA350-6650, keseragaman cahaya, kontras cahaya dan DGP pada pukul 08.00 dan pukul 16.00. Light guiding shelf selain mampu memenuhi kinerja kuantitas pencahayaan terbaik, juga mampu menghasilkan kinerja kualitas pencahayaan yang baik. Sehingga secara keseluruhan, light guiding shelf memiliki kinerja pencahayaan yang lebih baik daripada light shelf konvensional, sehingga hipotesa dalam penelitian ini diterima. Kata Kunci: light guiding shelf; light shelf; daylighting; perangkat pembayang; Dialux Article history: Received; 2021-07-31 Revised; 2021-12-30 Accepted; 2022-01-25