Indo. J. Chem. Sci. 6 (3) (2017) Indonesian Journal of Chemical Science http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs Sintesis dan Karakterisasi Geopolimer dengan Penambahan Serat Eceng Gondok dan Serbuk Aluminium Yanuar Hakim , Ella Kusumastuti, dan Jumaeri Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang Gedung D6 Kampus Sekaran Gunungpati Telp. (024)8508112 Semarang 50229 Info Artikel Abstrak Diterima Juli 2017 Disetujui Agustus 2017 Dipublikasikan November 2017 Sintesis dan karakterisasi geopolimer penambahan serat eceng gondok dan serbuk aluminium (Al) berbasis abu layang batubara telah dilakukan. Sintesis ini dilakukan dengan variasi penambahan serat eceng gondok dan serbuk Al. Serat eceng gondok dan serbuk Al yang digunakan bervariasi antara 0,5-3% (b/b) abu layang dan 0-0,5 g serbuk Al. Hasil penelitian menunjukan bahwa mol SiO 2 /Al 2 O 3 optimum adalah 4,90 dengan penambahan serbuk Al sebesar 0,2 g dihasilkan kuat tekan 32,03 MPa, kuat tarik 22,91 MPa, densitas 15888,09 kg/m 3 dan konduktivitas panas 0,1001 Watt/m˚K. Penambahan serat optimum pada 2,5% (b/b) abu layang dengan kuat tekan 27,57 MPa, kuat tarik 24,11 MPa, densitas 1590,26 kg/m 3 dan konduktivitas panas 0,0999 Watt/m˚K. Analisa fasa mineral dengan XRD (X-Ray Diffraction) menunjukan bahwa kandungan mineral utama quartz. Analisis ikatan kimia dengan FT-IR (Fourier Transform Infrared) menunjukkan bahwa geopolimer terbentuk ditandai adanya pita vibrasi ulur asimetri Si-O-Si atau Si-O-Al pada 995,27 dan 1002,98 cm -1 . Analisis morfologi partikel menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy) menunjukkan bahwa geopolimer yang tebentuk didominasi oleh matriks geopolimer, pori dan serat. Keywords: abu layang batubara serbuk aluminium (Al) serat eceng gondok Abstract Synthesis and geopolymer characterization of addition of water hyacinth and aluminum powder (Al) based on coal fly ash has been done. This synthesis is done by variation of addition of water hyacinth and Al powder. The water hyacinth and Al powder used varies between 0.5-3% (w/w) of fly ash and 0-0.5 g of Al powder. The results showed that the optimum SiO 2 /Al 2 O 3 mole was 4.90 with the addition of 0.2 g of Al powder produced by compressive strength of 32.03 MPa, tensile strength 22.91 MPa, density 15888.09 kg/m 3 and heat conductivity 0.1001 Watt/m˚K. Optimum fiber addition at 2.5% (w/w) of fly ash with a compressive strength of 27.57 Mpa, tensile strength of 24.11 MPa, density of 1590.26 kg/m 3 and a heat conductivity of 0.0999 Watt/m˚K. Mineral phase analysis with XRD (X-Ray Diffraction) showed that the main mineral content of quartz. Chemical bonding analysis with FT-IR (Fourier Transform Infrared) showed that geopolymers formed were characterized by vibration bands Si-O-Si or Si-O-Al asymmetry at 995.27 and 1002.98 cm -1 . Particle morphology analysis using SEM (Scanning Electron Microscopy) shows that geopolymer is dominated by geopolymer matrix, pores and fibers. © 2017 Universitas Negeri Semarang Alamat korespondensi: Gedung D6 Lantai 2 Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229 E-mail: yhakim06@gmail.com p-ISSN 2252-6951 e-ISSN 2502-6844