AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah Volume 7, No. 2 Tahun 2019 PELESTARIAN KESENIAN REOG SINGO MANGKU JOYO DI SURABAYA TAHUN 1990-2010 MEFI WIDIASTUTI Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya Email: mefiwidiastuti96@gmail.com Septina Alrianingrum S1 Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya Abstrak Kesenian Reog Singo Mangku Joyo merupakan salah satu grup kesenian reog di Surabaya. Kesenian ini berdiri pada tahun 1990 dan dianggap sebagai grup kesenian reog tertua di Surabaya. Hal yang menarik untuk diteliti dari kesenian ini yaitu (1) Bagaimana kehidupan seniman dalam mempertahankan kesenian Reog Singo Mangku Joyo di Surabaya tahun 1990-2010?; (2) Bagaimana upaya seniman reog melestarikan kesenian Reog Singo Mangku Joyo di Surabaya tahun 1990-2010? Adapun hasil dari penelitian ini yaitu kesenian Reog Singo Mangku Joyo di Surabaya muncul akibat adanya masyarakat urban. Kehidupan seniman di dalam grup kesenian tradisional ini tidak sebanding dengan penghasilan yang diperoleh, sehingga masih banyak seniman yang harus mencari pekerjaan lain untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Meski kehidupannya kurang sejahtera namun anggota seniman kesenian tradisional ini tetap melestarikan keberadaan Reog Singo Mangku Joyo. Upaya pelestarian kesenian tradisional Reog Singo Mangku Joyo dilakukan oleh pihak dalam dan pihak luar. Upaya pelestarian dari pihak dalam dilakukan dengan cara saling menjaga tali silahturahmi antar anggota, melakukan latihan rutin, hubungan kekerabatan sosial dengan masyarakat, dan melakukan pewarisan tradisi atau regenerasi. Sedangkan upaya pelestarian dari pihak luar adalah pembinaan yang dilakukan oleh TNI Angkatan Darat (Bekangdam V/Brawijaya). Kata Kunci: Pelestarian, Reog Singo Mangku Joyo, Seniman Abstract Reog Art Singo Mangku Joyo is one of the reog arts groups in Surabaya. This art was founded in 1990 and is considered the oldest reog art group in Surabaya. The interesting things to examine from this art are (1) What is the life of the artist in maintaining the art of Reog Singo Mangku Joyo in Surabaya 1990-2010; (2) How are the efforts of Reog artists to preserve the art of Joyo Reog Singo Mangku in Surabaya 1990-2010? The results of this study, namely the art of Reog Singo Mangku Joyo in Surabaya emerged due to the existence of urban society. The life of artists in traditional arts groups is not comparable to the income earned, so there are still many artists who have to find other jobs to meet their daily needs. Although his life was less prosperous, the members of this traditional arts artist continued to preserve the existence of Reog Singo Mangku Joyo. Efforts to preserve Reog Singo Mangku Joyo traditional arts are carried out by internal parties and outsiders. Preservation efforts from the parties are carried out by maintaining mutual relations between members, conducting routine training, social relations with the community, and carrying out traditional inheritance or regeneration. While conservation efforts from outside parties are coaching carried out by the Army (Bekangdam V /Brawijaya). Keywords: Preservation, Reog Singo Mangku Joyo, Artists brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya