Prosiding Hubungan Masyarakat http://dx.doi.org/10.29313/.v6i2.23024 311 Fitur “Kejog” Gojek Indonesia dalam Upaya Meningkatkan Brand Awareness Nur Amalina Fajrin, Riza Hernawati Prodi Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung Bandung, Indonesia fajrinnamalina@gmail.com, diza0712@gmail.com Abstract—With the change of the revolution era to the 4.0, Gojek took the opportunity to change it by releasing a program called "kejoG". KejoG is a program released by Gojek in the form of year-end report cards. The uniqueness of this program is the approach from the heart with use romantic language. With this program, Gojek must try to win positive perceptions from the community so as to foster an image that will strengthen the company's brand awareness. Therefore researchers want to know the kejoG "Gojek Indonesia" program in an effort to increase brand awareness. The purpose of this study is to find out how the stages of the team are to analyze the customer so that it matches the customer characteristics, the evaluation process of the program, the reasons for using romantic / poetic language, the reason there are report cards every year and to know the respoms of the Gojek fitur. The method used in this research is qualitative with a case study approach. Data collection techniques used were interviews, observation, and literature studies related to research. The informants in this study were staff Gojek Indonesia, Gojek team @designatgojek, and user. The results of this research that Gojek Indonesia has three reasons for providing report cards every year, that is appreciation, end-of- year campaigns, and creating Kejog to be a viral. In a step-by- step analysis, Gojek Indonesia uses a two-sided theory, the persona theory and the RFM Growth Market. The use of romantic / poetic language is adjusted to the user's characteristics, conditions and makes the user comfortable comfort. There is a positive increase obtained from the Kejog feature by increasing brand awareness through satisfaction targets and information that is expected to become viral. Keywords—Gojek Indonesia, kejoG, Brand Awareness Abstrak—Dengan adanya perkembengan teknologi menjadi revolusi 4.0 ini, Gojek mengambil peluang pada perubahan tersebut dengan merilis fitur yang bernama “kejoG”. KejoG merupakan program yang dirilis oleh Gojek berupa rapor akhir tahun. Keunikan yang dimiliki oleh program ini adalah dengan pendekatan dari hati menggunakan bahasa yang romantis. Dengan adanya program ini Gojek harus berusaha memenangkan persepsi positif dari masyarakat sehingga menumbuhkan image yang akan memperkuat kesadaran merek perusahaan. Oleh karena itu peneliti ingin meneliti mengenai program “KEJOG” Gojek Indonesia dalam upaya meningkatkan brand awareness. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan ada rapor disetiap tahun, bagaimana tahapan-tahapan tim utuk menganalisis pelanggan sehingga sesuai dengan karakteristik pelanggan, alasan menggunakan bahas yang romantis/puitis, dan untuk mengetahui respon program Gojek ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi pustaka yang berkaitan dengan penelitian. Informan dalam penelitian ini adalah staf Gojek Indonesia, tim @designatojek, dan para pengguna aplikasi Gojek. Hasil dari pennelitian ini Gojek Indonesia memiliki tiga alasan dari pengadaan rapor tiap tahunnya yaitu apresiasi, year end campaign, dan menjadikan Kejog viral. Dalam tahapan analisis penentuan karakteristik, Gojek Indonesia menggunakan dua tahap yaitu teori persona dan RFM-Growth Market. Penggunaan bahasa romantis/puitis disesuaikan dengan karakteristik pengguna, kondisi dan menjadikan pengguna merasa nyaman. Ada dampak positif yang didapat dari fitur Kejog dengan peningkatan brand awareness melalui peluasan target dan informasi yang diharapkan dapat menjadi viral. Kata Kunci—Gojek Indonesia, kejoG, Brand Awareness PENDAHULUAN I. Bersatunya masyarakat saat ini dengan ekonomi berbasis digital terjadi karena adanya kenyamanan yang dirasakan oleh masyarakat itu sendiri. kemudahan pekerjaan merupakan alasan utama mengapa kenyamanan tersebut dapat terbentuk. Ekonomi digital juga mendorong munculnya berbagai macam aplikasi yang berbasis jasa. Salah satunya adalah transportasi online. Gojek merupakan salah satu dari aplikasi yang berbasis jasa/transportasi online di Indonesia. Gojek adalah sebuah perusahaan teknologi berjiwa sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja diberbagai sektor informal di Indonesia. Menurut Lalu Ahmad dalam sebuah situs mengatakan pertumbuhan Gojek sangatlah pesat sejak aplikasi ini meluncur. Dari Juni 2016 hingga Juni 2019, jumlah transaksi yang diproses dalam platform Gojek, melesat hingga1.100%, atau 12 kali lipat. Data yang dilansir Nikkei, menyebutkan jumlah pengguna aktif bula nan Gojek di Indonesia paling banyak dibandingkan dengan aplikasi on-demand lainnya, seperti Grab. Pengguna aktif bulanan Gojek menurut penelitian mencapai hampir 22 juta pengguna per bulan. Sementara Grab mencapai angka pengguna 18 juta per bulannya. Guna memastikan pengalaman terbaik, Gojek terus memanfaatkan teknologi terkini termasuk apalagi dengan adanya perubahan era revolusi menjadi revolusi 4.0 ini.