24 PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PEMENUHAN INFORMASI CALON GUBERNUR JAWA BARAT BAGI PEMILIH PEMULA DI KABUPATEN KARAWANG Maulana Rifai 1) , Fajar Hariyanto 2) 1 Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Singaperbangsa Karawang. Jalan H.S Ronggowaluyo Telukjambe Timur- Karawang, 41361 Indonesia. 2 Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Singaperbangsa Karawang. Jalan H.S Ronggowaluyo Telukjambe Timur- Karawang, 41361 Indonesia. * Korespondensi Penulis. E-mail: maulana.rifai@staff.unsika.ac.id ABSTRAK Penelitian ini berupaya menjawab bagaimana pengaruh penggunaan sosial media terhadap pemilih pemula dalam pemenuhan informasi calon gubernur Jawa Barat bagi pemilih pemula di Kabupaten Karawang. Dengan pendekatan penelitian kuantitatif dan metode survey melalui multistage random sampling terdapat 92 responden dari kalangan pemilih pemula yang merupakan siswa menengah atas. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara sub variabel intensitas, isi pesan dan daya tarik konten media sosial terhadap pemenuhan informasi calon gubernur Jawa Barat bagi pemilih pemula di Kabupaten Karawang dengan jumlah masing-masing 11,02%, 18,92% dan 16%. Kata kunci: Pengaruh, Social Media, Pemenuhan Informasi, Pemilih Pemula ABSTRACT This study seeks to answer how the influence of the use of social media on first time voters in fulfilling information on West Java governor candidates for first time voters in Karawang Regency. With a quantitative research approach and survey method through multistage random sampling there were 92 respondents from the first time voters who were senior high school students. The results of the study found that there was a significant influence between the intensity, message content and attractiveness of social media sub-variables on the fulfillment information of West Java governor candidate for first time voters in Karawang Regency, with 11.02%, 18.92% and 16 % respectively. Keywords: Influence, Social media, Fulfilling Information, First time voters A. PENDAHULUAN Perubahan teknologi informasi dan komunikasi hampir telah merambah ke beragam sektor, semisal ekonomi, industry, pemerintahan juga politik. Realitas tersebut menggeser perilaku actor-aktor politik dalam upaya meraih simpati publik. Pada saat yang bersamaan pula publik yang aktif di ruang maya (netizen) sangat aktif dalam menuangkan kecenderungan politiknya melalui social media. Penting untuk dicatat bahwa tidak sedikit realitas politik yang dipengaruhi oleh komunikasi digital,