PEDAGOGI: Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Volume 3 Nomor 3a Desember 2017 P-ISSN: 2599-0438; E-ISSN: 2599-042X 52 MENGAJARKAN DAILY LIFE SKILL PADA ANAK USIA 6 TAHUN YANG MENDERITA RETARDASI MENTAL DENGAN PENDEKATAN MONTESSORI Dwi Nurhayati Adhani 1 , Dewi Mayangsari 2 , Siti Fadjryana Fitroh 3 PG-PAUD FIP Universitas Trunojoyo Madura Email: adhaniuwi@gmail.com 1 , mayangsari@gmail.com 2 , stfadjryana@gmail.com 3 ABSTRAK Anak usia dini mengalami beberapa bentuk perkembangan, yaitu perkembangan kognitif, sosial emosional, fisik motorik, bicara bahasa, kreativitas. Namun adakalanya seorang anak memiliki perkembangan yang kurang optimal dikarenakan anak tersebut termasuk anak dengan retardasi mental. Retardasi mental memiliki karakteristik yaitu memiliki intelejensi dibawah rata- rata dan memiliki kemampuan kecakapan hidup (daily life skills) yang dibawah standar usianya. Kemampuan kecakapan hidup sangat penting bagi seorang anak yang memiliki retardasi mental karena akan bermanfaat bagi kemandirian. Kemampuan kecakapan hidup ( daily life skills) yang diajarkan pada anak usia 5-6 tahun yang menderita retardasi mental disesuaikan dengan kemampuan mana yang belum ia kuasai, misalnya mengancingkan baju. Penggunaan daily life skills dapat diajarkan salah satunya dengan pendekatan Montessori. Pendekatan Montessori yang digunakan menggunakan alat peraga yanghampir menyerupai alat sebenarnya. Kata kunci : Anak usia dini, retardasi mental, pendekatan Montessori ABSTRACT Early childhood experiences some form of development, namely cognitive development, emotional social, physical motor, language speech, creativity. But sometimes a child has a less than optimal development because the child including children with mental retardation. Mental retardation has characteristics that have below average intelligence and have the ability of life skills (daily life skills) under the standard age. The ability of Life Skills is very important for a child who has mental retardation because it will be useful for independence. The capability of daily life skills (taught in children aged 5-6 years who suffer mental retardation adjusted to the ability of which he has not mastered, for example buttoning clothes. The use of daily life skills can be taught one of them with Montessori approach. The Montessori approach is used using props that almost resemble the actual tools. Keywords: Early childhood, mental retardation, Montessori approach PENDAHULUAN Anak adalah sebuah anugrah yang merupakan impian setiap orang tua. Kehadiran anak dapat menjadi suatu yang mewarnai kehidupan dalam rumah tangga. Namun, tidak selamanya kehadiran anak adalah sesuatu yang membahagiakan dikarenakan oleh keadaan anak sesudah kelahiran.Keadaan anak sesudah kelahiran yang tidak sesuai harapan tersebut misalnya jika termasuk dalam anak berkebutuhan khusus yaitu autis, ADHD, Tuna Netra, Tuna Rungu, Retardasi Mental dan lain-lain.