JURNAL ILMIAH MAHASISWA PERTANIAN E-ISSN: 2614-6053 P-ISSN: 2615-2878 Volume 4, Nomor 3, Agustus 2019 www.jim.unsyiah.ac.id/JFP Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, Volume 4, Nomor 3, Agustus 2019 145 Pengaruh Pemberiak Kompos dan Mikoriza Terhadap Perubahan Sifat Kimia dan Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) (The Effect of Compost and Mycorrhizal on Changes in Soil Chemical Properties and Growth of Cocoa (Theobroma cacao L.)) Vina Utami 1 , Ilyas 1 , Munawar Khalil 1* 1 Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala *Corresponding author: munawarkhalil321@unsyiah.ac.id Abstrak. Pemberian kompos dan mikoriza merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan pertumbuhan bibit kakao dan dapat memperbaiki sifat kimia tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri atas dua faktor (kompos dan jenis mikoriza) dengan pola 3 x 3 dan tiga kali ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor tunggal kompos berpengaruh nyata terhadap N- total dan tinggi tanaman namun tidak nyata terhadap pH, C- organik, P- tersedia, Kdd, KTK, diameter batang dan luas daun. Perlakuan mikoriza secara tunggal serta kombinasi antara kompos dan mikoriza tidak berpengaruh nyata terhadap sifat kimia tanah dan pertumbuhan tanaman. Perlakuan terbaik yaitu 30 g kompos dan 10 g jenis mikoriza Glomus sp + Giga spora. Kata Kunci : Kompos, Mikoriza, Sifat Kimia Tanah, Kakao Abstract. Provision of compost and mycorrhizae is one alternative to increase the growth of cacao seedlings and can improve soil chemical properties. This study used a factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of two factors (compost and mycorrhizal type) with a 3 x 3 pattern and three replications. The results of this study indicate that the single compost factor had a significant effect on total N and plant height but was not significant for pH, organic matter, P-available, Kdd, CEC, stem diameter and leaf area. Single mycorrhizal treatment and the combination of compost and mycorrhizae did not significantly affect soil chemistry and plant growth. The best treatments were 30 g of compost and 10 g of mycorrhizal Glomus sp + Giga spore. Keyword : Compost, Mycorrhiza, Soil Chemical Properties, Cacao PENDAHULUAN Kakao (Theobroma cacao L.) termasuk salah satu komoditas perkebunan yang dikembangkan untuk kepentingan ekspor dan juga untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman di dalam negeri. Salah satu hal yang terpenting dalam budidaya tanaman kakao adalah penyediaan media tanam dalam pembibitan untuk ditanam dilapangan nantinya. (Triwanto, 2000). Sifat kimia tanah merupakan salah satu faktor penentu dalam pertumbuhan tanaman. Penentuan tingkat kesuburan pada pertumbuhan tanaman kakao dapat dilakukan dengan melakukan analisis sifat kimia tanah seperti N dan P, tingkat kemasaman (pH), Kapasitas Tukar Kation (KTK), Rasio C/N, Kation Basa (K, Ca, Mg, Na) dan kandungan asam organik (Jumin, 1998). Kompos merupakan pupuk yang berasal dari sisa-sisa bahan organik yang dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah serta dapat meningkatkan daya tahan air pada tanah. Kakao memiliki limbah yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian. Limbah ini berupa bahan organik yang dapat dijadikan kompos yaitu kulit buah kakao. Didiek dan Yufnal (2004) menyatakan bahwa kompos kulit buah kakao mempunyai pH 5,4, N total 1,30%, C-organik 33,71%, P2O5 0,186%, K2O 5,5%, CaO 0,23%, dan MgO 0,59%. Hal ini akan dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Kompos merupakan salah satu alternatif dalam mengurangi penggunaan pupuk kimia (Rukmana, 2007).