ANALISIS PERFORMANSI KOMPRESI WAVELET DAN KOMPRESI SLANTLET PADA DATA CITRA BINER, GRAYSCALE DAN RGB BERFORMAT BMP, PNG DAN JPEG Analysis Performance Wavelet Compression and Slantlet Compression in Binary, Grayscale and RGB Image with BMP, PNG and JPEG Format Aulia WIbowo 1 , Gelar Budiman, ST.,MT 2 , Ledya Novamizanti, ST., MT 3 1,2,3 Prodi S1 Teknik Telekomunikasi, Fakultas Teknik Elektro, Telkom University 1 auliawibowo12@gmail.com, 2 gelarbudiman@telkomuniversity.com, 3 ledyamizan@gmail.ac.id Abstrak Kompresi adalah suatu teknik pemampatan data agar suatu data memiliki ukuran yang lebih kecil dari ukuranaslinya. Pada zaman sekaran ini dengan majunya teknologi internet dan kebiasaan masyarakat modern yang semakin sering melakukan download atau upload data ke internet baik itu ke media sosial atau pun keperluan pribadi menjadikan teknik kompresi mejadi suatu keharusan pada setiap aplikasi dan teknologi. Pada tugas akhir ini akan dilakukan analisis mengenai dua teknik kompresi yaitu teknik kompresi Wavelet yang sudah banyak dikenal dengan kompresi Slantlet yang masih sangat awam tetapi memiliki kemampuan yang baik dalam hal kompresi citra. Dalam pengujian kali ini yang menjadi parameter pembandingnya adalah PSNR, MSE, rasio kompresi, dan waktu proses. Berdasarkan hasil analisis dan uji coba pada beberapa citra, didapatkan metode Slantlet memiliki nilai rata-rata PSNR 35.67 dB dan 34.62 dB untuk Wavelet. Nilai rasio kompresi Slantlet dan Wavelet hampir sama yang berarti kedua teknik tersebut memiiliki kemampuan rata-rata kompresi yang hampir sama yaitu berkisar antara 45% - 95%. Waktu proses rata-rata Slantlet lebih cepat dibading Wavelet yaitu 182 detik untuk Slantlet dan 217 untuk Wavelet. Kata kunci : Kompresi Citra, Wavelet, Slantlet, SPIHT Abstract Compression is a technique downsizing of the data so that the data has a size smaller than its original size. At the time of this have now with the advent of internet technology and habits of modern society is increasingly frequent to download or upload data to the internet either to social media or personal use compression techniques to make becoming a necessity in every application and technology In this final project will be an analysis of the two compression techniques that Wavelet compression technique is already widely known and Slantlet compression who are common but have good ability in terms of image compression. In this time of testing the parameters of the comparison is PSNR, MSE, compression ratio, and processing time. Based on the analysis and testing on multiple images, obtained Slantlet method has an average PSNR value of 35.67dB and 34.62 dB for Wavelet. Value Slantlet and Wavelet compression ratio is almost the same, which means these two techniques memiiliki average ability is almost the same compression ranged between 45% - 95%. Average processing time is faster Slantlet dibading Wavelet ie 182 seconds to Slantlet and 217 seconds for Wavelet. Keywords: Image Compression, Slantlet, Wavelet, SPIHT 1. Pendahuluan Kompresi adalah suatu teknik pemampatan data agar suatu data memiliki ukuran yang lebih kecil dari ukuran aslinya. Pada zaman sekaran ini dengan majunya teknologi internet dan kebiasaan masyarakat modern yang semakin sering melakukan download atau upload data ke internet baik itu ke media sosial atau pun keperluan pribadi menjadikan teknik kompresi mejadi suatu keharusan pada setiap aplikasi dan teknologi. Pesatnya pertukaran data tersebut menimbulkan masalah jika tidak diimbangi dengan suatu teknologi yang dapat mengirim data dengan efisien agar tidak memenuhi suatu jaringan. Oleh karena itu selain dikembangkan cara berkomunikasi juga dikembangkan teknik kompresi data yang berfungsi untuk membuat suatu data menjadi lebih efisien untuk dikirimkan melalui suatu jaringan. Kompresi data ini sangat dibutuhkan karena pada data multimedia seperti gambar, video dan audio memiliki kapasitas yang sangat besar. Jika kita ingin mengimbuhkan suatu citra, audio atau video di suatu website tanpa adanya kompresi akan menyebabkan website tersebut menjadi tidak baik. Dan apa bila kita ingin menyimpan suatu gambar, audio atau video di penyimpanan ponsel kita tanpa adanya kompresi akan mengakibatkan celat penuhnya penyimpanan ponsel kita. Sebagai contoh 1 detik video tanpa ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.2, No.2 Agustus 2015 | Page 2307