14 E-COMMERCE UNTUK OPTIMALISASI PEMASARAN PRODUK DI ERA DIGITAL BAGI USAHA MIKRO KELOMPOK TANI PANGESTU RAKYAT DESA BARUMANIS KABUPATEN REJANG LEBONG Nanang Sugianto 1* , Ferzha Putra Utama 2 1 Program Studi Geofisika, Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Bengkulu, Bengkulu, Indonesia 2 Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Bengkulu, Bengkulu, Indonesia * Penulis Korespodensi : nanang.s@unib.ac.id Abstrak Permasalahan pokok yang dialami oleh Kelompok Tani Pangestu Rakyat Desa Barumanis dalam membangun usaha mikro produksi bubuk kopi mulai dari permasalahan pengemasan hingga pemasaran produk “Pandu Coffee” telah berangsur terselesaikan. Sistem pengemasan dan pemasaran sudah serba bersentuhan dengan teknologi dan menyesuaikan dengan kemajuan era digital. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang menerapkan setidaknya empat metode antara lain metode pendidikan, pelatihan, subtitusi dan difusi IPTEKS. Metode pendekatan teori dan praktek meliputi pendampingan pengetahuan TIK untuk meningkatkan kemampuan dalam merancang, mambuat dan menerapkan kemasan produk dan e-commerce sebagai instrumen pemasaran dan penjualan secara online. Hasil yang dicapai bersama mitra antara lain pembaruan wujud kemasan produk kopi dan terciptanya sistem pemasaran produk yang dilakukan secara online seperti media sosial (Gmail, facebook, Instagram, dan youtube) dan website. Produk Pandu Coffee saat ini berangsur semakin dikenal banyak orang yang ditandai dengan bertambahnya jumlah pengunjung yang mengunjungi media sosial dan website Pandu Coffee. Calon pelanggan dapat memesan produk melalui Shoppee dan Tokko.io sebagai marketplacenya. Setelah menerapkan e-commerce, penjualan produk mitra meningkat signifikan, yaitu menjual 500 bungkus (125 Kg) dan menghasilkan laba hingga Rp. 5.000.000,- hanya selama 2 bulan. Perbaikan kemasan dan penerapan e-commerce pada produk mitra dinilai efektif untuk menambah pendapatan mitra. Kata kunci: kemasan, e-commerce, Pandu Coffee, Kelompok Tani Pangestu Rakyat, Barumanis The main problems in coffee business of Pangestu Rakyat (Farmer Group) such as packaging and marketing problems have been gradually resolved. The packaging and marketing system is all in touch with technology and adapts to the digital era. This community service program is carried out with a participatory approach that applies at least four methods: educational, training, substitution, and science and technology diffusion. The theoretical and practical approaches include mentoring ICT knowledge to improve the ability to design, manufacture and implement product packaging and e-commerce as an online marketing and sales instrument. The results of this program is renew the form of packaging and create online marketing systems such as social media (Gmail, Facebook, Instagram, and YouTube) and websites. Pandu Coffee are becoming known to many people as indicated by the increasing visitors to visit social media and the Pandu Coffee website. Prospective customers can order products through Shoppee and Tokko.io as its marketplaces. After implementing e-commerce, sales of products increased significantly, namely selling 500 pcs (125 Kg) and generating profits up to Rp. 5,000,000, - only for 2 months. Packaging improvements and the application of e-commerce to products are considered effective in increasing partner income. Keywords: packaging, e-commerce, pandu coffee, Pangestu Rakyat farmer group, Barumanis 1. PENDAHULUAN Kelompok Tani Pengestu Rakyat merupakan salah satu kelompok tani yang ada di Desa Barumanis Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, Indonesia. Kelompok Tani Pangestu Rakyat beranggotakan 20 orang dengan usia anggota tersebar dari 23-45 tahun. Kegiatan utama kelompok tani ini adalah petani kopi. Kelompok Tani Pangestu Rakyat