Copyright© 2020; SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, e-ISSN 2721-1622 | 96
Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Volume 1, No 2, Agustus 2020 (96-103) e-ISSN 2721-1622
Available at: http://sttikat.ac.id/e-journal/index.php/sikip
Penguatan Resiliensi Remaja Bermasalah melalui Pengembangan Materi Modul
Bimbingan dan Konseling
Jungjungan Simorangkir, Bernad Lubis, Marina Letara Nababan, May Rauli Simamora, Winarti Agustina
Institut Agama Kristen Negeri Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia
Email korespondensi: jsimorangkir271@gmail.com
Abstract
The purpose of this study is to develop guidance and counseling module material to strengthen
resilience of problem adolescents. The study was conducted at High Schools (SMA) throughout
Tarutung District. The research method used is the ADDIE Research and Development model.
Preliminary observations show that adolescents in Tarutung sub-district still have low resilience
levels. There are 19 teenagers who are confused whether they like challenges and only 3 teenagers
who don't like challenges. This is intended to measure a person's strength when experiencing life's
challenges with all his difficulties. In fact, there are 2 teenagers who answered that they would not
rise again after being confronted with illness, injury or other misfortunes. Some teenagers also do not
have a good relationship with their families. But all teenagers have the belief that God is able to help
them in dealing with existing problems. This module material contains religious values and pay
attention to the task of adolescent development. The results of the module validation conducted by 10
material experts concluded that the module is very feasible to be applied by adolescents.
Keywords: adolescents; counseling guidance; learning modules; resilience
Abstrak
Tujuan penelitian ini mengembangkan materi modul bimbingan dan konseling untuk memberi
penguatan resiliensi pada remaja bermasalah. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas
(SMA) se-Kecamatan Tarutung. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development
model ADDIE. Observasi awal menunjukkan bahwa remaja di Kecamatan Tarutung masih memiliki
tingkat resiliensi rendah. Terdapat 19 remaja kebingungan apakah menyukai tantangan dan hanya 3
remaja yang tidak menyukai tantangan. Hal ini dimaksudkan untuk mengukur kekuatan seseorang
ketika mengalami tantangan-tantangan hidup dengan segala kesulitannya. Bahkan terdapat 2 remaja
yang menjawab tidak akan bangkit kembali setelah diperhadapkan dengan sakit penyakit, cidera atau
kemalangan-kemalangan lainnya. Beberapa remaja juga tidak memiliki hubungan yang baik dengan
keluarganya. Namun seluruh remaja memilliki keyakinan bahwa Tuhanlah yang dapat menolong
mereka dalam menghadapi permasalahan yang ada. Materi modul ini mengandung nilai-nilai religius
dan memperhatikan tugas perkembangan remaja. Hasil validasi modul yang dilakukan oleh 10 ahli
materi menyimpulkan bahwa modul sangat layak untuk diterapkan oleh remaja.
Kata kunci: bimbingan konseling; modul pembelajaran; remaja; resiliensi
PENDAHULUAN
Masa remaja adalah suatu periode transisi antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa
dalam rentang perkembangan hidup manusia. Menurut Anwar, salah satu faktor yang dapat
menimbulkan konflik dari dalam diri remaja adalah karakteristik individu atau kepribadian
1
.
1
Zainul Anwar, “Resolusi Konflik dalam Perspektif Kepribadian,” PSYCHOLOGY & HUMANITY 2
(2016): 6.