Jurnal CIVILLa Vol 5 No 2 September 2020 ISSN No. 2503 - 2399 442 STUDI LITERATUR GALIAN DALAM BASEMENT DENGAN MUKA AIR TANAH DANGKAL Muhammad Burhanuddin Dachlan 1 , Helmy Darjanto 2 , Hendro Sutowijoyo 3 Teknik Sipi, Teknik, Universitas Narotama Jl. Arief Rahman Hakim No. 51 Surabaya Telp. (031)594-6404, Fax. (031)593-1213 E-mail: Burhaans13@gmail.com ABSTRAKS Permasalahan yang kerap muncul pada pembangunan suatu bangunan tinggi adalah saat pembuatan basement. Seperti diketahui basement adalah struktur spesifik, yang menuntut perlakuan khusus saat pembuatannya. Karenanya di perlukan suatu metode konstruksi galian basement yang dapat membuat basement tidak lagi menjadi suatu bagian yang krusial (kritis) dari keseluruhan proses pelaksanaan bangunan tinggi. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode konstruksi pembuatan basement dengan cara menguraikan tentang pelaksanaan dan perbandingan dinding penahan tanah, dengan menganalisis setiap jenis pekerjaan pada pembuataan basement, yaitu : pekerjaan diapraghm wall, Secant pile, Dan ground anchor dan dewatering. Hasil yang diperoleh setelah melakukan analisis dengan menggunakan program Plaxis 8.2 adalah dipilihnya Dinding Penahan Tanah jenis Diapragm Wall sebagai perencanaan, dengan panjang sedalam 15m dan tebal 0,4m. Dari analisis stabilitas didapatkan hasil nilai defleksi maksimum sebesar 23,31 mm dan didapatkan nilai safety factor sebesar 1.1613. Kata Kunci : basement, diapraghm wall, dewatering, ground anchor 1. PENDAHULUAN Pesatnya pembangunan prasarana fisik di kota besar yang antara lain berupa bangunan gedung membutuhkan lahan yang tidak sedikit. Kenyataan ini bertolak belakang dengan kondisi yang ada. Peruntukan lahan untuk berbagai kegiataan pembangunan semakin sempit dengan harga yang tinggi serta sulitnya untuk lahan pembangunan gedunggedung. Akibatnya biaya pembebasan lahan dan biaya pembangunan secara keseluruhan menjadi sangat mahal. Keadaan ini mengakibatkan transformasi vertikal pada pembangunan gedung, baik gedung perkantoran maupun permukiman. Transformasi vertikal yang merupakan satu satunya jawaban terhadap pesatnya pembangunan prasarana fisik dan kelangkaan lahan menyebabkan munculnya bangunanbangunan tinggi [1]. Pada pekerjaan basement dan struktur bawah suatu bangunan tingkat tinggi, permasalahan utama yang sering terjadi adalah lokasi kerja yang sempit serta jarak antara bangunan yang berdekatan. Umumnya proses konstruksi dilaksanakan dari bawah ke atas (upward Construction). Pada metode ini pembuatan struktur bawah bangunan dilakukan dari bawah ke atas dengan menggali tanah terlebih dahulu. Aktivitas penggalian dapat dilakukan dengan berbagai metode misalnya menggunakan sistem open-cut (galian terbuka) atau dinding penahan tanah dengan sistem angkur. Penerapan open-cut cukup rawan, karena penggalian yang terlalu dalam akan mengakibatkan instabilitas lereng yang dapat menyebabkan kelongsoran tanah. Selain itu sistem ini sulit diterapkan pada pembuatan multi basement dengan lokasi kerja terbatas. Metodemetode galian seperti tersebut diatas tidak mungkin dilaksanakan pada proyek dengan areal sempit, jarak antar bangunan yang berdekatan dan kondisi geologis tanah yang buruk. Apabila penerapannya tetap dipaksakan, stabilitas bangunan di sekitar lokasi kerja akan terganggu bahkan lebih jauh dapat mengakibatkan berbagai kerusakan baik struktural maupun non strukturaI. Karena itu diperlukan metode pelaksanaan yang mampu meminimalisir berbagai permasalahan di atas. 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Stabilitas Lereng Mengetahui kekuatan stabilitas lereng merupakan hal yang terpenting untuk dipertimbangkan dalam mendirikan kontruksi di sekitar padat bangunan. Karena jika lereng (galian) mengalami kegagalan dan longsor dapat berakibat fatal terhadap kontruksi yang ada di sekitar bangunan. Stabilitas lereng di pengaruhi oleh adanya gaya gravitasi, naiknya permukaan air tanah, erosi yang disebabkan karena air yang mengalir, serta karena gempa[2]. Suatu lereng dikatakan stabil jika memiliki nilai (safety factor) lebih besar dari 1 (satu).Angka keamanan (Safety Factor) adalah rasio kekuatan geser tanah dengan tegangan geser tanah. = =    −   ℎ    −      