*Alamat Email: eliadamopolii02@gmail.com DAMPAK AGROWISATA D’MOOAT STRAWBERI TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI HORTIKULTURA DI KECAMATAN MOOAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR, SULAWESI UTARA Elia Nusantari Damopolii *)1) ; Mahludin H. Baruwadi 2) Yuliana Bakari 3) 1) Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo Jl.Prof Ing B.J Habibie, Moutong, Tilongkabila, Kabupaten Bonebolango, 96119 2) Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo *) ABSTRACT Agro-tourism activities can have an impact on the environment and society, both negative and positive impacts. This study aims to analyze the impact of Agrotourism D'Mooat Strawberry on increasing household income of farmers in Mooat District, Bolaang Mongondow Timur Regency. The data analysis method used in this research is a mathematical approach to calculating production costs, revenues and income. Meanwhile, quantitative- descriptive analysis in the form of the presentation of tables, ratios, and percentages is used to explain the impact of D'Mooat Strawberry Agro-tourism on household income of horticultural farmers in Mooat District, Bolaang Mongondow Timur Regency. The results showed that D'Mooat Strawberry agro-tourism has a positive impact on household income of mustard and cauliflower horticultural farmers in Mooat District, Bolaang Mongondow Timur Regency, North Sulawesi. Keywords: Agro-tourism, Farming, Horticulture ABSTRAK Kegiatan Agrowisata dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat, baik dampak bersifat negatif maupun dampak positif.Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis dampak Agrowisata D’Mooat Strawberry pada peningkatan pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Mooat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan matematis untuk menghitung biaya produksi, penerimaan dan pendapatan.Sedangkan analisis kuantitatif-deskriptif berupa penyajian tabel-tabel, rasio, dan presentase digunakan untuk menjelaskan dampak Agrowisata D’Mooat Strawberi terhadap pendapatan rumah tangga petani hortikultura di Kecamatan Mooat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Agrowisata D’Mooat Strawber i berdampak positif terhadap pendapatan rumah tangga petani hortikultura sawi dan bunga kol yang berada di Kecamatan Mooat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. Kata Kunci: Agrowisata, Usahatani, Hortikultura PENDAHULUAN Berdasarkan letak geografis serta potensi Sumber Daya Alam (SDA), Indonesia berpotensi menjadi negara yang mampu mengembangkan sektor agrowisata. Hal ini didukung oleh data mutakhir yang terangkum dalam buku berjudul Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia dari LIPI pada Tahun 2014 bahwa Indonesia merupakan negara Megabiodiversitas. Selain itu, pengembangan sektor agrowisata di Indonesia merupakan hal yang harus diperhatikan mengingat Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2011 tentang RIPPARNAS 2010-2025 bahwa pengembangan pariwisata sebanyak 35% adalah pariwisata berbasis alam (nature). Selain itu, agrowisata juga telah dikembangkan sejak abad ke-20, di mana pariwisata dikaitkan langsung dengan lingkungan produksi sektor pertanian, (S & Qirici, 2013). Sektor Agrowisata diharapkan mampu memberikan dampak terhadap petani. Menurut Rodjak (2006), petani sebagai unsure usaha tani memegang peranan yang penting dalam pemeliharaan tanaman atau ternak agar dapat tumbuh dengan baik. Peran tersebut mendorong implementasi agrowisata terhadap petani Indonesia semakin baik. Agrowisata telah dikembangkan sejak abad ke 20, dimana pariwisata dikaitkan dengan lingkungan produksi sektor pertanian (S & Qirici, 2013). Agrowisata didefinisikan sebagai semua aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan wisata yang sekaligus menjadi pembelajaran bagi wisatawan dalam mengenal lebih dekat proses produksi pada sektor pertanian. Pariwisata yang terkait dengan lingkungan produksi sektor pertanian pula menjadikan wilayah pertanian sebagai tempat P-ISSN : 2597 7075 E-ISSN : 2541 6847