32 Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Volume 2, 2020 ISSN: 2621-8097 (Online) The article is published with Open Access at: http://prosiding.unipma.ac.id/index.php/KID Analisis faktor penyebab ketidaksantunan berbahasa jawa siswa di sekolah dasar (studi kasus di SDN 02 pangongangan) Linggar Yuly Mayaningtyas , Universitas PGRI Madiun Sri Budyartati, Universitas PGRI Madiun Apri Kartikasari HS, Universitas PGRI Madiun Linggarmaya26@gmail.com Abstract: The politeness of each person's language can be seen from how the language procedures they use when speaking. Javanese is a daily language that is often used by SDN 02 Pangongangan students in speaking. However, there are still many impolite remarks that can offend others. This study aims to: (1) Describe the forms of impoliteness of Javanese students 'language, (2) Explain the factors causing students' Javanese impoliteness. The impoliteness of Javanese can be seen from the deviations that occur in the principles of politeness in language. This type of research is qualitative with the case study method. The subjects of this study were SDN 02 Pangongangan students. Data on the form of impoliteness were obtained from speech between students and students and the teacher and also the results of interviews while the causal data were obtained from verbal data and the results of student interviews. Data collection techniques used were observation and interviews. The results showed that: (1) The form of impoliteness done by students of SDN 02 Pangonganan included: yelling, mocking and saying harshly (dancuk, asu, cricket, etc.), (2) Factors causing impoliteness by students were divided into 2 namely external factors and internal factors. External factors include those from family, community and peers. While internal factors are choice of words, tone, emotions, lack of respect, habits etc. Keywords: Factors causing, Javanese language impoliteness, Elementary Students Abstrak: Kesantunan berbahasa setiap orang dapat dilihat dari bagaimana tata cara berbahasa yang mereka gunakan pada saat bertutur. Bahasa Jawa merupakan bahasa keseharian yang sering digunakan siswa SDN 02 Pangongangan dalam bertutur. Namun, masih banyak ditemukan tuturan- tuturan kurang santun yang dapat menyinggung perasaan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendeskripsikan bentuk ketidaksantunan berbahasa Jawa siswa, (2) Menjelaskan faktor penyebab ketidaksantunan berbahasa Jawa siswa. Ketidaksantunan berbahasa Jawa dapat dilihat dari penyimpangan yang terjadi pada prinsip-prinsip kesantunan berbahasa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa SDN 02 Pangongangan. Data bentuk ketidaksantunan diperoleh dari tuturan antara siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru dan juga hasil wawancara sedangkan data faktor penyebab diperoleh dari data verbal dan hasil wawancara siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk ketidaksantunan yang dilakukan siswa SDN 02 Pangonganan antara lain yaitu: membentak, mengejek dan berkata kasar (dancuk, asu, jangkrik dll ), (2) Faktor penyebab ketidaksantunan yang dilakukan siswa dibagi menjadi 2 yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal antara lain berasal dari keluarga, masyarakat, dan teman sebaya. Sedangkan faktor internal yaitu pilihan kata, nada, emosi, kurangnya rasa hormat, kebiasaan dll. Kata kunci: Faktor penyebab, Ketidaksantunan berbahasa Jawa, Siswa SD Copyright ©2020 Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Published by Universitas PGRI Madiun. This work is licensed under the Creative Commons Attribution-NonCommercial- ShareAlike 4.0 International License.