Prosiding Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi XIII Tahun 2018 (ReTII) November2018, pp. 237~245 ISSN: 1907-5995 237 Prosiding homepage: http://journal.sttnas.ac.id/ ReTII Model Konseptual Struktur Basement Sebagai Pengontrol Potensi Hidrokarbon di Cekungan Kendeng Novianto A. 1 , Sutanto 2 , Suharsono 3 , Prasetyadi C. 2 1 Mahasiswa Program Doktor Teknik Geologi UPN “Veteran” Yogyakarta 2 Teknik Geologi UPN “Veteran” Yogyakarta 3 Teknik Geofisika UPN “Veteran” Yogyakarta Korespondensi :ardian.novianto@upnyk.ac.id ABSTRAK Cekungan Kendeng dikenal sebagai cekungan yang dalam dan ditandai oleh anomali Bouguer Gravity negative besar yang menunjukkan basement yang sangat dalam serta diisi oleh sedimen dengan tebal kurang lebih 8 km- 11km. Kondisi basement di Cekungan Kendeng menjadi permasalahan utama. Pola struktur yang berkembang pada basement belum dapat dipastikan karena tebalnya sedimen yang menutupinya. Basement di Cekungan ini diperkirakan memiliki sifat transisional antara tipe komplek akresi dan kontinental sedangkan pola struktur basement akibat dari collision di Cekungan ini masih menjadi pertanyaan apakah sama dengan pola umum di Jawa atau ada pola lain sehingga mengontrol pembentukan Cekungan Kendeng. Kondisi tersebut menyebabkan Cekungan kendeng mempunyai kompleksitas yang tinggi dalam eksplorasi hidrokarbon. Namun Kemunculan rembesan minyak di beberapa tempat menjadi daya tarik untuk ekplorasi di cekungan ini. Paper ini bertujuan untuk membuat model konseptual struktur basement di Cekungan Kendeng berdasarkan dari data-data sekunder berupa gravity, seismik yang berhubungan dengan cekungan kendeng, dan pengukuran Magnetik. Hasil penelitian ini berupa model struktur geologi yang menggambarkan kondisi Cekungan Kendeng sebagai cekungan migas yang selanjutnya dapat digunakan sebagai kontrol dalam interpretasi hasil pengukuran geofisika yang akan dilakukan selanjutnya. Kata kunci: Cekungan Kendeng, Model Konseptual, Struktur, Basement, Magnetik, Gravity ABSTRACT Kendeng Basin is known as a deep basin and is characterized by a large negative Bouguer Gravity anomaly that shows a very deep basement and is filled sediments with a thickness of approximately 8 km-11 km. Basement conditions in the Kendeng Basin are the main problem. The pattern of structure that develops in the basement cannot be ascertained because of the thickness of the sediment that covers it. Basement type in this Basin is estimated a transitional between accretion and continental complexes while the basement structure pattern due to collisions in this Basin is still a question whether it is the same as the general pattern in Java or there are other patterns that control the formation of the Kendeng Basin. These conditions cause the Kendeng Basin to have a high complexity in hydrocarbon exploration. But the emergence of oil seepage in several places is an attraction for exploration in this basin. This paper aims to create a conceptual model of the basement structure in the Kendeng Basin based on secondary data in the form of gravity, seismic associated with kendeng basins, and Magnetic measurements. The results of this study in the form of a geological structure model that describes the condition of the Kendeng Basin as an oil and gas basin which can then be used as a control in the interpretation of the results of geophysical measurements to be carried out next. Keywords: Kendeng Basin, Conceptual Model,Basement, Magnetic, gravity 1. PENDAHULUAN Cekungan Kendeng adalah cekungan yang dalam dan merupakan deposenter utama di Cekungan Jawa Timur. Cekungan ini mempunyai kompleksitas yang tinggi terhadap eksplorasi hidrokarbon (Hall dkk., 2007; Smyth dkk., 2008; Satyana dkk., 2008).Batuan Vulkanik yang tebal dan cekungan yang dalam di bagian selatan Cekungan Kendeng menjadi permasalahan utama. Cekungan ini dapat dikenali dari pola negative besar dari anomali bouguer gravity hingga -580 µms -2 dan menjadi lebih positif mendekati 40 µms -2 ke arah barat di sekitar vulkanik muda Gunung Merapi dan Plateu Dieng.(Smyth dkk., 2008). Anomali rendah ini menjadi salah satu dasar penentuan batas Cekungan Kendeng dimana Cekungan Kendeng di bagian selatan dibatasi oleh Pegunungan Selatan, di utara oleh Sunda Shelf atau thrust fault Kendeng dan di bagian barat dibatasi oleh komplek vulkanik moderen atau Progo- Muria Lineament. Bagian timur dari Cekungan Kendeng diinterpretasikan meluas sampai Selat Madura dan utara Bali (Hall dkk., 2007; Smyth dkk., 2008) (Gambar 1). Basement pada Cekungan Kendeng tidak ada yang terekspos atau diketahui dari pemboran.Bagian bawah dari endapan batuan di cekungan ini tidak tersingkap namun sebagian kecil ada yang terbawa ke permukaan oleh