9 Jurnal Ilmu Manajemen & Bisnis - Vol 6 No 2 September 2015 PENGARUH NILAI CUSTOMERS VALUE DAN CUSTOMER SATISFICATION TERHADAP CITRA BRAND IMAGE (SURVEI PADA POLITEKNIK POS INDONESIA BANDUNG) Bambang Triputranto 1 , Agus Rahayu 2 Mahasiswa Magister Manajemen Bisnis Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia Abstrak Rendahnya keunggulan bersaing (Competitive Advantage) merupakan masalah yang dihadapi oleh Politeknik Pos Indonesia, dikarenakan Brand Image-nya, dapat dilihat dari peringkat Politeknik yang dikeluarkan oleh TeSCA. Brand Image merupakan masalah penting untuk diteliti karena berkaitan dengan kepercayaan stakeholder pada merek tersebut. Customers Value dan Customers Satisfication adalah solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan Brand Image dan merupakan variable yang akan diteliti dalam tesis ini, dengan menggunakan metode analisis SEM dan jumlah sample sebanyak 350 Mahasiswa. Metode penelitian kualitatif (Deskriptif dan Verifikatif) yang akan digunakan dalam penelitian ini. Untuk menguji validitas dan reabilitas dilakukan pengukuran model dengan Confirmatory Factor analysis (CFA) sedangkan teknis analisa data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) Hasil penelitian menujukan terdapat pengaruh Customers Value, dengan mediasi Customers Satisfication berpengaruh terhadap Brand Image Politeknik Pos Indonesia, diperoleh hasil output berupa t-value sebesar 12,11. Hasil t-value yang ditunjukkan oleh hipotesis 3 adalah lebih besar dari 1.96, maka dapat disimpulkan bahwa variabel customer value berpengaruh positif terhadap brand image secara signifikan dengan mediasi Customers Satisfication dari mahasiswa, maka disimpulkan bahwa semakin tinggi customer value dengan Customers Satisfication yang dirasakan mahasiswa, maka brand image akan semakin baik pula. Kata Kunci : Customers Value,Customers Satisfication, Brand Image 1. PENDAHULUAN Perguruan tinggi dengan nama yang sudah dikenal oleh masyarakat sering menjadi rujukan atau referensi bagi calon mahasiswa dalam memilih tempat untuk kuliah. Sehingga disamping mencetak lulusan yang sesuai kebutuhan akan sumberdaya manusia yang handal yang siap guna bagi dunia industri, lembaga perguruan tinggi menjadikan suatu bisnis yang sangat menarik apa bila dilihat dari segi komersilnya, hal ini menyebabkan banyaknya lembaga pendidikan yang bermunculan sehingga menciptakan suatu persaingan diantara perguruan tinggi, yang menuntut setiap perguruan tinggi menerapkan strategi pemasaran tertentu dalam menjaring calon mahasiswa baru. . TABEL 1.2 RANGKING POLITEKNIK DI INDONESIA Sumber; http://tescaindonesia.org/ tahun 2014 TeSCA diinisiasi oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk bekerjasama dengan Dirjen Perguruan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dewan Teknologi dan Komunikasi Nasional (Detiknas), dan Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer (Aptikom). Menurut uraian di atas, Penulis menganggap bahwa rendahnya keunggulan bersaing (Competitive Advantage) merupakan masalah yang dihadapi oleh Politeknik Pos Indonesia, dikarenakan Brand Image- nya, dapat dilihat dari peringkat Politeknik yang