Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat III Universitas PGRI Ronggolawe Tuban Tuban, 29 September 2018 PRINT ISSN: 2580-3913; ONLINE ISSN: 2580-3921 Tema: Peningkatan Kapasitas Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Menuju Revolusi Industri 4.0 PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA AKUNTANSI Siti Elisa 1 , Dumiyati 2 1 Universitas PGRI Ronggolawe, 2 Universitas PGRI Ronggolawe 1 sitielisa11@gmail.com, 2 dumiyatis@yahoo.com Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang maksimalnya kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa dalam penerapan pendekatan scientific learning pada kegiatan belajar mengajar di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktifitas belajar, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, dan respon siswa setelah mengikuti pembelajaran Akuntansi Keuangan dengan pendekatan scientific learning di kelas XI Akuntansi 1 SMK Negeri 2 Tuban. Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, tes dan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistic deskriptif per siklus. Dalam penelitian ini hasil yang didapatkan cukup baik yakni pada aktifitas belajar siswa pada siklus I 52,2% dengan kategori cukup efektif, meningkat pada siklus II yakni 62,2% dengan kategori cukup efektif, dan pada siklus III menjadi 84% dengan kategori aktif. Pada kemampuan berpikir kritis siswa, presentase siklus I 31,4% dengan kategori kurang baik, meningkat pada siklus II yakni 91,4% kategori sangat baik, dan pada siklus III menjadi 94,2% dengan kategori sangat baik. Sedangkan hasil belajar siswa pada siklus I yakni 77,1% dengan kategori tinggi, meningkat pada siklus II dengan presentase 85,7% dengan kategori sangat tinggi dan pada siklus III menjadi 94,2% dengan kategori sangat tinggi. Respon siswa secara keseluruhan juga mendapat hasil positif dengan presentase sebesar 95,7% dalam kategori sangat baik. Kata kunci: pendekatan scientific learning;kemampuan berpikir kritis;hasil belajar siswa PENDAHULUAN Peningkatan mutu pendidikan merupakan amanat utama dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. “Tujuan Undang-Undang No 20 Tahun 2003 adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab”[3]. Dalam menggapai tujuan pendidikan tersebut, tentu tidak bisa terlepas dari kurikulum pendidikan. Kurikulum merupakan sebuah wadah yang akan menentukan arah pendidikan. Berhasil tidaknya sebuah pendidikan sangat bergantung dengan kurikulum yang digunakan. Kini hal yang menjadi persoalan penting yakni perubahan dan pengembangan kurikulum karena kurikulum harus lebih berbasis pada penguatan penalaran, bukan lagi hafalan semata. Perubahan yang terjadi adalah pergantian kurikulum 2013 dari kurikulum sebelumnya. Menurut Kurniasih dan Sani [4] kurikulum 2013 memiliki ciri khas tersendiri yaitu adanya penerapan pendekatan saintifik atau ilmiah dalam proses pembelajarannya. Kemendikbud memberikan konsepsi tersendiri bahwa pendekatan ilmiah atau scientific approach dalam pembelajaran mencakup komponen: mengamati, menanya, mengolah, menyajikan, dan menyimpulkan. Dalam rangka menerapkan pendidikan yang bermutu pemerintah telah menetapkan kurikulum tahun 2013 untuk diterapkan pada sekolah-sekolah. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Tuban merupakan sekolah berbasis Bisnis Manajemen dan Pariwisata, di bidang Manajemen sekolah ini memiliki 3 kompetensi keahlian yaitu Akuntansi, Administrasi Perkantoran, dan Pemasaran. SMK Negeri 2 Tuban memiliki 12 kelas Akuntansi, 4 kelas untuk masing-masing tingkat pendidikan. Tujuan pembelajaran Akuntasi di SMK Negeri 2 Tuban mencakup beberapa penguasaan kompetensi keahlian. Kompetensi keahlian yang dimaksud yakni Akuntansi Keuangan, Akuntansi Komputer, Akuntansi Pajak serta Pengantar Akuntansi dan Keuangan. Dalam hal ini peneliti melakukan observasi pada penguasaan kompetensi keahlian Akuntansi Keuangan.